Nyeri pinggang yang menjalar hingga ke kaki tidak otomatis menandakan saraf kejepit. Neurolog sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr Yeni Quinta Mondiani, menyebut kasus nyeri pinggang yang benar-benar disebabkan oleh saraf kejepit diperkirakan kurang dari 10 persen.
Menurut Yeni, sebagian besar nyeri pinggang bawah merupakan mechanical low back pain, yakni nyeri yang umumnya berkaitan dengan gangguan pada otot atau ligamen. Karena itu, rasa sakit yang menjalar ke tungkai sebaiknya tidak langsung menjadi dasar bagi seseorang untuk mendiagnosis dirinya sendiri.
Penyebab nyeri pinggang beragam
Saraf kejepit terjadi ketika bantalan di antara tulang belakang menekan saraf di sekitarnya. Namun, kondisi tersebut hanya salah satu dari sejumlah kemungkinan penyebab nyeri pinggang. Faktor lain yang dapat memicu keluhan serupa antara lain penyakit degeneratif, trauma fisik, tuberkulosis tulang, hingga penyebaran keganasan ke tulang belakang.
Yeni menjelaskan, saraf memiliki tiga fungsi utama, yaitu sensorik, motorik, dan otonom. Gangguan pada fungsi sensorik dapat ditandai dengan kebas, kesemutan, atau nyeri yang menjalar. Sementara itu, gangguan motorik dapat menyebabkan kelemahan hingga kelumpuhan.
Adapun gangguan pada fungsi otonom bisa muncul dalam bentuk masalah buang air besar dan buang air kecil. Gejala-gejala tersebut perlu diperhatikan karena dapat membantu dokter menilai kemungkinan gangguan saraf sekaligus menentukan pemeriksaan yang diperlukan.
Diagnosis tidak cukup berdasarkan rasa sakit
Yeni mengatakan, penentuan penyebab nyeri harus dilakukan melalui pemeriksaan bertahap. Dokter perlu menggali riwayat keluhan secara rinci, melakukan pemeriksaan fisik dan saraf, serta menjalankan tes provokasi. Pemeriksaan penunjang kemudian dipilih berdasarkan dugaan yang muncul dari pemeriksaan awal.
“Untuk memastikan penyebab nyeri, dokter perlu melakukan wawancara medis secara rinci, pemeriksaan fisik dan saraf, serta tes provokasi. Pemeriksaan penunjang seperti sinar-X, CT scan, atau MRI kemudian dipilih berdasarkan dugaan penyebab yang muncul dari pemeriksaan awal,” kata Yeni dalam keterangan tertulis, dikutip pada Jumat (25/9/2026).
Rangkaian pemeriksaan tersebut diperlukan karena penyebab nyeri pinggang tidak dapat dipastikan hanya dari lokasi atau sensasi sakit yang dirasakan. Keluhan yang tampak serupa dapat berasal dari gangguan otot dan ligamen, masalah pada tulang belakang, maupun kondisi lain yang memerlukan penanganan berbeda.
Jangan sembarangan dipijat
Yeni juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung melakukan pijat ketika menduga mengalami saraf kejepit. Manipulasi tanpa pemeriksaan dan arahan tenaga medis berisiko tidak sesuai dengan penyebab keluhan yang sebenarnya.
“Kalau teman-teman didiagnosis sebagai saraf kejepit itu tidak boleh dilakukan pijat-memijat. Kecuali memang gerakan-gerakan khusus yang direkomendasikan oleh dokter fisioterapinya,” ujar dia.












