10 Kebiasaan Sehari-hari untuk Membantu Melindungi Paru-Paru

Kesehatan paru dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari, termasuk pilihan untuk tidak merokok, menjaga kualitas udara di dalam rumah, dan tetap aktif bergerak. Dokter spesialis paru, dr. Pankaj Chhabra, mengatakan langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu melindungi fungsi paru serta mengurangi risiko gangguan pernapasan.

Menurut laporan Hindustan Times yang dilansir pada Ahad (27/9/2026), perlindungan terhadap paru penting dilakukan di tengah paparan polutan, terutama bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di lingkungan perkotaan. Berikut tiga kebiasaan yang disarankan dr. Chhabra.

Menjauhi rokok dan asap tembakau

Merokok disebut sebagai salah satu penyebab utama kerusakan paru yang sebenarnya dapat dicegah. Asap tembakau mengandung ribuan bahan kimia yang dapat mengiritasi saluran pernapasan dan merusak jaringan paru secara bertahap.

Paparan tersebut meningkatkan risiko penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), kanker paru, serta berbagai gangguan pernapasan lainnya. Karena itu, dr. Chhabra menyarankan masyarakat menghindari rokok, vape, dan bentuk tembakau lainnya.

Perhatian juga perlu diberikan terhadap asap rokok dari orang lain. “Tidak hanya perokok aktif yang perlu memperhatikan hal ini. Paparan asap rokok orang lain atau second-hand smoke juga perlu diminimalkan, terutama bagi anak-anak, orang lanjut usia, dan penderita asma,” kata dr. Chhabra.

Menjaga kualitas udara di dalam rumah

Udara di dalam ruangan dapat memengaruhi kesehatan pernapasan. Debu, jamur, serta asap atau uap yang muncul saat memasak berpotensi mengiritasi saluran pernapasan apabila paparannya tidak dikendalikan.

Untuk mengurangi risiko tersebut, dr. Chhabra menyarankan penggunaan ventilasi yang baik ketika memasak, membersihkan permukaan berdebu secara rutin, dan segera menangani area yang lembap atau ditumbuhi jamur. Langkah-langkah itu membantu mengurangi sumber polusi yang berada di dalam rumah.

Penggunaan air purifier juga dapat membantu mengurangi sejumlah partikel di udara. Namun, alat tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan ventilasi atau pengendalian sumber polusi. “Penggunaan air purifier juga dapat membantu mengurangi sejumlah partikel yang terdapat di udara. Namun, alat tersebut sebaiknya menjadi pelengkap dan bukan pengganti ventilasi maupun pengendalian sumber polusi,” ujar dr. Chhabra.

Menjaga tubuh tetap aktif

Aktivitas fisik rutin dapat mendukung kebugaran kardiovaskular dan pernapasan. Berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau melakukan kegiatan dengan intensitas sedang membantu tubuh menggunakan oksigen secara lebih efisien sekaligus mempertahankan kemampuan untuk beraktivitas.

Orang dewasa disarankan berolahraga secara rutin dengan menyesuaikan jenis dan intensitasnya berdasarkan usia serta kondisi kesehatan. Bagi mereka yang memiliki penyakit paru atau jantung, dr. Chhabra menyarankan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk menentukan rencana aktivitas yang sesuai.

Source link