Dokter: Perawatan Saluran Akar Atasi Sakit Gigi Tanpa Cabut

Sakit gigi yang berulang, lubang yang semakin dalam, dan gusi membengkak tidak selalu berakhir dengan pencabutan gigi. Dokter gigi umum Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, Rahmanto Budi, menyebut Perawatan Saluran Akar (PSA) sebagai salah satu pilihan untuk menangani infeksi sekaligus mempertahankan gigi.

Menurut Rahmanto, keputusan menjalani PSA harus didasarkan pada pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi gigi. Prosedur tersebut dilakukan dengan membersihkan saluran akar yang mengalami infeksi. Dengan cara itu, sumber nyeri dapat ditangani dan struktur gigi tetap dipertahankan agar masih dapat berfungsi.

“Perawatan gigi tidak seharusnya baru dilakukan ketika rasa sakit sudah tidak tertahankan. Mengenali tanda-tanda kerusakan gigi sejak awal dapat membantu menentukan penanganan yang tepat,” kata Rahmanto dalam keterangannya di Tangerang, Banten, Jumat.

Gejala yang Memerlukan Pemeriksaan

Rahmanto mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele keluhan gigi yang muncul berulang. Kerusakan yang semula terlihat ringan dapat berkembang hingga mencapai bagian dalam gigi. Pada tahap tersebut, pasien mungkin memerlukan perawatan lebih lanjut, termasuk PSA apabila kondisi gigi memenuhi persyaratan untuk tindakan tersebut.

Ia menyarankan pemeriksaan dilakukan ketika sakit gigi berlangsung lama, terdapat lubang yang dalam, gusi membengkak, muncul benjolan pada gusi, atau nyeri mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kondisi gigi secara akurat sekaligus menentukan jenis perawatan yang paling sesuai.

“Ketika gigi mengalami kerusakan, pilihan perawatan tidak selalu berarti pencabutan. Pada kondisi tertentu, Perawatan Saluran Akar dapat dilakukan untuk mempertahankan gigi. Saluran akar yang mengalami infeksi dibersihkan, sehingga sumber masalah dapat ditangani, sementara struktur gigi tetap dipertahankan agar dapat berfungsi,” ujarnya.

Infeksi Gigi Perlu Segera Ditangani

PSA memiliki sejumlah manfaat, antara lain mengatasi infeksi pada gigi, membantu menghilangkan nyeri, mencegah pencabutan dalam kondisi tertentu, dan mempertahankan fungsi gigi. Perawatan ini menjadi penting karena lubang gigi dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.

Rahmanto menjelaskan, infeksi yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menimbulkan masalah yang lebih serius. Infeksi tersebut bisa berkembang dan menyebar ke jaringan di sekitar gigi, bahkan hingga ke aliran darah. Karena itu, penanganan tidak sebaiknya ditunda sampai keluhan menjadi berat.

“Menjaga kebersihan dan kesehatan gigi serta menangani infeksi secara tepat merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan,” tegas Rahmanto.

Source link