Kanker kolorektal semakin banyak ditemukan pada kelompok dewasa muda, sementara gejalanya tidak selalu muncul sejak awal. Kondisi tersebut membuat sebagian kasus baru terdeteksi setelah penyakit menyebar. Di Indonesia, kanker usus besar juga menjadi salah satu kanker dengan beban kasus dan kematian yang tinggi.
Data Globocan 2022 mencatat 35.676 kasus kanker usus besar di Indonesia. Jumlah itu menempatkan kanker kolorektal sebagai jenis kanker dengan kasus terbanyak keempat, setelah kanker payudara, kanker paru-paru, dan kanker serviks.
Dari angka tersebut, sebanyak 19.255 kasus atau 7,9 persen berakhir dengan kematian. Berdasarkan data yang sama, kanker usus besar berada di peringkat kelima sebagai jenis kanker dengan jumlah kematian terbanyak.
Dua kebiasaan yang disarankan
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi dan hepatologi, dr Saurabh Sethi, membagikan sejumlah kebiasaan sehari-hari yang disebut dapat membantu menurunkan risiko kanker usus besar. Dua di antaranya berkaitan dengan pilihan minuman dan asupan makanan.
Pertama, konsumsi kopi. Minuman ini mengandung antioksidan serta senyawa antiperadangan. Menurut penjelasan yang dikutip dari Hindustan Times, kedua komponen tersebut dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan sel dan peradangan, yang berkaitan dengan perkembangan sejumlah jenis kanker.
Sejumlah penelitian juga menemukan hubungan antara konsumsi kopi dan risiko kanker kolorektal yang lebih rendah. “Konsumsi kopi telah dikaitkan dengan risiko kanker kolorektal yang lebih rendah dalam beberapa penelitian. Konsumsi kopi juga dikaitkan dengan risiko kematian dari semua penyebab yang lebih rendah,” kata Sethi.
Pernyataan itu merujuk pada kaitan yang ditemukan dalam penelitian, bukan jaminan bahwa konsumsi kopi dapat mencegah kanker secara langsung. Karena itu, informasi tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari kebiasaan hidup, bukan pengganti deteksi dini atau pemeriksaan medis.
Pentingnya asupan kalsium
Kebiasaan kedua adalah mencukupi kebutuhan kalsium melalui makanan. Sethi menyebut kalsium dapat membantu menurunkan risiko kanker dengan mengikat senyawa berbahaya di dalam usus. Proses tersebut berpotensi mencegah senyawa itu mengiritasi lapisan usus besar.
“Makanan kaya kalsium dikaitkan dengan risiko kanker kolorektal yang lebih rendah. Pilih yoghurt tanpa gula, susu, atau makanan yang diperkaya kalsium,” ujar Sethi.
Di tengah meningkatnya kasus pada dewasa muda dan kecenderungan kanker usus besar tidak segera menimbulkan gejala, menjaga pola hidup serta memperhatikan deteksi dini menjadi bagian penting. Sethi membagikan lima kebiasaan untuk membantu menurunkan risiko kanker kolorektal; dalam informasi yang tersedia, dua kebiasaan yang dijelaskan adalah konsumsi kopi dan pemenuhan asupan kalsium.












