Masalah gigi berlubang menjadi temuan kesehatan paling banyak dalam pemeriksaan anak sekolah melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kementerian Kesehatan mencatat, 41 persen anak sekolah yang diperiksa mengalami karies atau gigi berlubang.
Wakil Menteri Kesehatan Prof Dante Saksono Harbuwono mengatakan temuan tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan gigi dilakukan sejak dini, bukan hanya ketika anak sudah merasakan sakit. Pemeriksaan gigi juga menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam pelaksanaan CKG.
“Berita baiknya, pemeriksaan gigi adalah salah satu prioritas pemerintah dalam program Cek Kesehatan Gratis. Namun, kabar kurang baiknya, dari hasil pemeriksaan CKG anak sekolah, masalah karies justru menjadi yang paling banyak ditemukan. Kami mencatat 41% anak sekolah yang diperiksa mengalami gigi karies,” ujar Dante dalam keterangannya pada Sabtu (19/9/2026).
Pemeriksaan rutin dan kebiasaan sehari-hari
Menurut Dante, pemeriksaan gigi perlu dimanfaatkan oleh seluruh anak sekolah. Ia mendorong pemeriksaan dilakukan secara rutin setiap enam bulan agar gangguan kesehatan gigi dan mulut dapat diketahui lebih awal.
Upaya tersebut, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut setiap hari. Penanganan kesehatan gigi tidak semestinya menunggu hingga muncul keluhan atau rasa sakit.
“Intervensi kesehatan gigi yang paling tepat adalah melalui promotif dan preventif, bukan menunggu sakit kemudian mengobatinya,” kata Dante.
Ia menilai sekolah memiliki posisi penting untuk membangun kebiasaan tersebut karena terdapat berbagai kegiatan dan unsur pendukung, seperti usaha kesehatan sekolah (UKS), dokter kecil, serta pramuka. Lingkungan sekolah dapat dimanfaatkan untuk memberikan edukasi dan membiasakan anak merawat kesehatan gigi secara konsisten.
Edukasi dimulai dari hal sederhana
Kemenkes mendorong sekolah mengajarkan sejumlah langkah dasar perawatan gigi kepada para murid. Materi itu mencakup cara menyikat gigi yang benar, pemilihan makanan yang baik bagi kesehatan gigi, serta pengenalan penggunaan pasta gigi berfluoride.
Selain menerima edukasi dari guru atau tenaga kesehatan, murid juga dapat dilibatkan dalam upaya mengenali masalah gigi di lingkungan sekolah. Dante menyebut para murid dapat berperan sebagai “detektif gigi berlubang” untuk membantu mengenali tanda-tanda gangguan gigi pada teman-temannya.
Penguatan edukasi promotif dan preventif tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut anak sejak dini. Data pemeriksaan CKG menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap langkah pencegahan masih besar, terutama karena karies menjadi masalah yang paling banyak ditemukan pada anak sekolah yang telah diperiksa.












