Insiden BAB di Arena HYROX, Joanna Wietrzyk Kembali Juara

Joanna Wietrzyk mengembalikan gelar juara yang diraihnya di Ulike Hyrox Beijing setelah mengakui tetap melanjutkan perlombaan meski buang air besar di tengah arena. Atlet Australia berusia 24 tahun itu sebelumnya finis pertama pada kategori Women’s Pro dengan catatan waktu 1 jam 1 menit 23 detik.

Keputusan tersebut disampaikan Wietrzyk melalui pernyataan di Instagram. Ia meminta maaf kepada masyarakat China, para pesaing, penonton, dan penyelenggara Hyrox atas insiden yang terjadi dalam perlombaan di Beijing.

“Saya ingin menawarkan permintaan maaf yang tulus kepada masyarakat China, sesama kompetitor, para penonton dan penyelenggara Hyrox atas apa yang terjadi dalam perlombaan di Beijing,” kata Wietrzyk, seperti dilansir ABC, Jumat (18/9/2026).

Menyesali keputusan untuk terus berlomba

Wietrzyk mengatakan dirinya berada dalam kondisi bugar dan sehat saat memulai perlombaan. Ia juga mengaku tidak pernah memperkirakan akan mengalami buang air besar ketika kompetisi berlangsung.

Namun, setelah kejadian itu, ia memilih tetap berada di lintasan hingga menyelesaikan perlombaan. Dalam evaluasinya, Wietrzyk mengakui keputusan tersebut keliru.

“Jika melihat kembali, saya menyesali keputusan untuk tidak keluar dari lintasan. Saya menyadari bahwa seharusnya saya mengambil keputusan yang berbeda,” ujar dia.

Wietrzyk kemudian menyatakan mundur secara retroaktif dari perlombaan di Beijing. Ia juga mengembalikan seluruh poin yang diperoleh dari kompetisi tersebut. Dalam sistem elite Hyrox, posisi finis dan catatan waktu digunakan untuk menentukan poin peringkat yang berkontribusi terhadap klasemen nasional dan global.

Menurut Wietrzyk, insiden itu membuatnya memahami bahwa ada hal yang lebih penting daripada sekadar menyelesaikan perlombaan. Ia juga belajar mengenali kapan harus mengambil keputusan untuk mundur.

“Saya tahu tindakan saya berdampak lebih luas daripada hanya terhadap diri saya sendiri, dan saya sungguh-sungguh meminta maaf kepada semua orang yang terdampak,” kata dia.

Hyrox ubah aturan setelah insiden

Permintaan maaf Wietrzyk disampaikan setelah Co-founder Hyrox Moritz Furste lebih dulu meminta maaf atas cara pihak penyelenggara menangani insiden tersebut. Furste mengakui Hyrox seharusnya segera mengambil tindakan ketika kejadian berlangsung.

“Hyrox melakukan kesalahan karena tidak segera bereaksi selama perlombaan. Pada akhirnya, merupakan tugas saya untuk mengantisipasi kemungkinan insiden seperti ini, dan saya tidak melakukannya,” kata Furste, dikutip ESPN, Kamis (17/9/2026).

Furste mengatakan evaluasi telah dilakukan terhadap proses penyelenggaraan acara. Hyrox juga mengubah buku peraturan dan memberlakukan prosedur baru untuk mencegah kejadian serupa.

Dalam aturan terbaru, race director berwenang menghentikan peserta apabila darah, muntahan, urine, atau feses menimbulkan risiko keselamatan maupun kontaminasi bagi peserta tersebut dan atlet lain. Peserta yang dihentikan atas alasan medis akan dicatat dalam klasemen dengan status tidak menyelesaikan lomba atau did not finish (DNF).

Source link