Bayi yang belum mampu berbicara ternyata sudah memiliki harapan tertentu terhadap respons orang dewasa ketika mereka menangis. Studi terbaru menunjukkan, bayi tampak terkejut saat melihat orang dewasa mengabaikan tangisan dan tetap melanjutkan pekerjaan rumah tangga, alih-alih datang untuk menenangkan mereka.
Temuan tersebut berasal dari penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Developmental Psychology. Peneliti utama dari University of Illinois Urbana-Champaign, Kexin Hu, mengatakan bayi telah memiliki ekspektasi terhadap pengalaman pengasuhan yang positif bahkan sebelum mereka dapat berbicara.
“Bahkan sebelum bayi dapat berbicara, mereka sudah memiliki ekspektasi terhadap pengalaman pengasuhan yang positif,” kata Hu, seperti dilansir US News, Jumat (18/9/2026).
Respons bayi diuji melalui video
Dalam penelitian itu, lebih dari 75 bayi diperlihatkan serangkaian video yang menampilkan seorang perempuan sedang mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Setelah itu, para peneliti menyajikan dua video uji dengan situasi berbeda kepada para bayi.
Pada video pertama, perempuan tersebut mendengar atau melihat bayi menangis, tetapi tidak menghentikan aktivitasnya. Ia tetap meneruskan pekerjaan rumah tangga dan mengabaikan tangisan bayi. Sementara itu, video kedua memperlihatkan perempuan yang menghentikan pekerjaannya, kemudian pergi untuk menghibur bayi yang menangis.
Para peneliti tidak menilai respons bayi melalui kemampuan berbicara atau tindakan langsung. Mereka mengukur durasi tatapan bayi terhadap masing-masing video. Metode tersebut digunakan karena bayi cenderung menatap lebih lama pada peristiwa yang tidak mereka duga atau yang dianggap mengejutkan.
Tatapan lebih lama menandakan kejutan
Nancy McElwain, peneliti senior sekaligus profesor riset di University of Illinois Urbana-Champaign, menjelaskan bahwa durasi tatapan dapat membantu peneliti memahami bagaimana bayi memproses suatu peristiwa.
Menurut McElwain, ketika bayi menatap sebuah kejadian lebih lama, hal itu menunjukkan mereka sedang berusaha memahami apa yang terjadi. Dalam konteks penelitian ini, perhatian bayi terhadap video ketika tangisan diabaikan menjadi petunjuk bahwa situasi tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi mereka.
Hasil penelitian itu memperlihatkan bahwa harapan terhadap pengasuhan mungkin sudah terbentuk pada tahap awal perkembangan, sebelum bayi mampu mengungkapkan kebutuhan atau penilaiannya melalui bahasa. Ekspektasi tersebut tampak dari cara bayi merespons perbedaan perlakuan terhadap tangisan, yakni ketika orang dewasa memilih tetap bekerja atau berhenti untuk memberikan penghiburan.












