Prof Tjandra: Dokter Harus Beri Empati dan Einfühlung pada Pasien
Di media sosial, terdapat sejumlah nakes yang kurang empati terhadap pasien.
Empati dan Einfühlung dalam Praktik Kedokteran
Menyikapi kasus seorang pasien BPJS yang meninggal setelah tidak mendapat kamar rawat di rumah sakit, Prof Tjandra Yoga Aditama menekankan pentingnya empati dan einfühlung dalam praktek medis. Seorang dokter harus tidak hanya memperhatikan kondisi fisik pasien, tetapi juga kondisi mental dan emosi yang mereka alami. Empati dan einfühlung menggambarkan kemampuan dokter untuk merasakan, memahami, dan menyelami beban mental pasien secara mendalam.
Prof Tjandra menegaskan bahwa kewajiban seorang dokter tidak hanya sebatas memberikan pengobatan fisik, tetapi juga harus memperhatikan aspek psikologis pasien. Terdapat kebutuhan yang mendalam bagi dokter untuk memiliki einfühlung pada pasien, sehingga penanganan yang diberikan tidak hanya sekadar medis, tetapi juga penuh dengan empati dan pengertian terhadap kondisi seluruh individu pasien.
Situasi dimana nakes tidak memiliki empati pada pasien menunjukkan ketidakpedulian yang mengkhawatirkan. Pasien bukan sekadar dirawat dari segi fisiknya, tetapi juga memerlukan pemahaman dan dukungan dari segi psikologis. Keberadaan dokter yang tidak memiliki empati dan einfühlung dalam praktek medis dinilai sebagai suatu kekosongan yang tidak bisa diabaikan, karena hal ini berpotensi merugikan pasien yang seharusnya mendapat pelayanan medis yang holistik.












