Paparan Gawai Anak di Bawah Usia 2 Tahun: Dampak pada Tumbuh Kembang

Anak di Bawah 2 Tahun Sebaiknya Dihindari dari Paparan Gawai

Memberikan gawai kepada anak saat rewel sering dijadikan solusi oleh orang tua, namun bagi anak usia di bawah dua tahun, kebiasaan ini dapat menghambat tumbuh kembangnya. Dr. I Gusti Ayu Trisna Windiani, seorang dokter spesialis anak, menekankan pentingnya menghindari paparan gawai dalam usia tersebut.

Periode Emas Pertumbuhan Anak

Menurut pendapat dr. Trisna, usia nol hingga dua tahun merupakan periode emas dalam tumbuh kembang anak, yang disebut seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pada masa ini, anak membutuhkan stimulasi psikososial optimal melalui interaksi langsung dengan orang tua, bermain, dan mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.

Dr. Trisna juga menegaskan bahwa penggunaan gawai sejak dini dapat berdampak negatif pada perkembangan anak, termasuk pola makan, pola tidur, serta proses tumbuh kembang secara keseluruhan. Orang tua perlu memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan tidur berkualitas selain menghindari paparan gawai.

Peran Orang Tua dan Nutrisi yang Penting

Selain menghindari gawai, orang tua juga perlu memerhatikan asupan nutrisi anak. Nutrisi yang cukup, terutama melalui ASI Eksklusif selama 6 bulan dan MPASI bergizi seimbang setelahnya hingga usia 2 tahun dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Melalui pedoman yang dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), disarankan untuk memberikan zero screen time bagi anak di bawah dua tahun, kecuali untuk panggilan video singkat dengan pengawasan orang tua. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak pada periode penting ini tanpa gangguan dari paparan gawai.

Source link