Penelitian: Jumlah Bakteri Baik pada Bayi Baru Lahir Dipengaruhi Proses Persalinan
Bayi yang lahir melalui operasi sesar berisiko memiliki keragaman dan jumlah bakteri baik atau mikrobiota usus yang lebih sedikit dibandingkan bayi yang lahir secara pervaginam. Kondisi ini disebabkan karena bayi yang lahir melalui C-section tidak terpapar bakteri baik yang ada di vagina ibu, yang sebenarnya bermanfaat untuk membangun sistem kekebalan tubuh bayi.
Penelitian Menunjukkan
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Pakar gastroenterologi dan nutrisi anak dari University Hospital Brussels, Belgia, Prof Yvan Vandenplas, anak yang lahir melalui operasi sesar cenderung memiliki kadar bakteri baik yang sangat rendah. Hal ini berpotensi membuat sistem kekebalan tubuh bayi menjadi lemah dan meningkatkan risiko terkena penyakit-penyakit tertentu seperti asma, alergi, diabetes tipe 1, dan obesitas.
Prof Yvan mengemukakan bahwa bayi yang lahir melalui C-section membutuhkan intervensi sinbiotik, yaitu kombinasi antara probiotik dan prebiotik, untuk membantu membentuk komposisi mikrobiota usus yang optimal. Sinbiotik ini dapat memberikan dukungan dalam mengoptimalkan pertumbuhan bakteri baik di usus bayi.
Peran Sinbiotik
Untuk mengejar profil Bitidobacteria agar menyerupai bayi yang lahir secara pervaginam, sinbiotik dengan kandungan prebiotik FOS (Fructo-oligosaccharide) dan GOS (Galacto-oligosaccharide), serta probiotik Bifidobacterium breve (B. breve), dapat menjadi pilihan yang tepat. Dengan pemberian intervensi yang tepat, diharapkan bayi yang lahir melalui operasi caesar dapat memiliki komposisi mikrobiota yang lebih seimbang dan mengurangi potensi risiko terkena penyakit-penyakit yang berkaitan dengan sistem imun.












