Alasan Menarik Mengapa Slow Jogging Viral di Korea

Mengapa Slow Jogging Jadi Pilihan Olahraga Nyaman di Indonesia?

Slow jogging telah menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama setelah video viral sekelompok orang di Korea Selatan berlari dengan santai. Di Indonesia, fenomena slow jogging sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Komunitas Slow Jogging Indonesia (SJI) terbentuk di Yogyakarta pada 30 Desember 2017.

Komunitas Slow Jogging Indonesia: Berkiprah di Indonesia

Komunitas ini didirikan oleh Rully Kawit Prasetya setelah berhubungan dengan Slow Jogging Association. Meskipun sempat vakum, SJI kini kembali hidup dengan banyaknya minat masyarakat untuk berlatih bersama. Captain Slow Jogging Indonesia chapter GBK, yaitu Wijang Sri Isnandita, menyatakan bahwa komunitas ini kembali aktif setelah terjadi peningkatan minat masyarakat.

Awalnya, beberapa peserta mengalihkan aktivitas jalan kaki mereka ke lari. Wijang Sri Isnandita menjelaskan bahwa mayoritas peserta slow jogging umumnya adalah orang dewasa yang merasa lebih nyaman saat bergabung dengan komunitas ini. Mereka merasa kurang percaya diri untuk bergabung dalam komunitas lari yang mayoritas anggotanya berlari dengan kecepatan tinggi.

Tujuan Slow Jogging: Mengajak Orang Bergerak Tanpa Beban

Tujuan utama dari komunitas slow jogging adalah mengajak orang untuk bergerak dan berlari tanpa merasa tertekan. Setelah terbiasa, kemampuan berlari peserta akan dianalisis dan diperbaiki secara bertahap. Hal ini membuat setiap peserta dapat berlari dengan nyaman serta meningkatkan performa lari mereka secara perlahan.

Seiring dengan perkembangan minat masyarakat terhadap slow jogging, komunitas ini semakin berkembang dan menarik perhatian lebih banyak orang di berbagai daerah di Indonesia. Apa pendapat Anda tentang fenomena slow jogging ini? Apakah Anda tertarik untuk mencoba?

Source link