Waspada Natrium Tinggi: Pantangan Konsumsi Telur Asin

Telur Asin: Lezat Tapi Perlu Perhatian Khusus

Telur asin memang sudah menjadi bagian dari kuliner tradisional Indonesia yang lezat dan praktis. Rasanya yang gurih dan asin membuat telur asin menjadi camilan yang disukai banyak orang. Namun, tahukah Anda bahwa proses pengasinan telur ini juga berdampak pada kandungan gizinya?

Pengaruh Proses Pengasinan pada Telur Asin

Pakar genetika ekologi dari IPB University, Prof Ronny Rahman Noor, menjelaskan bahwa proses pengasinan dapat memperpanjang masa simpan telur hingga satu hingga dua bulan. Namun, garam yang digunakan dalam proses ini dapat memengaruhi kandungan protein dan natrium dalam telur asin.

Proses pengasinan telur bisa dilakukan dengan metode basah, kering, atau menggunakan oven selama 7-14 hari tergantung pada konsentrasi garam yang digunakan. Meskipun proses ini membuat tekstur kuning telur menjadi lebih padat dan gurih, namun garam yang meresap ke dalam telur juga menyebabkan denaturasi protein yang mengakibatkan penurunan kandungan protein hingga 30 persen dalam tujuh hari.

Selain itu, kadar natrium dalam telur asin juga meningkat akibat proses pengasinan. Beberapa vitamin larut air seperti vitamin B kompleks juga dapat menurun selama proses ini. Oleh karena itu, bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan seperti hipertensi atau penyakit jantung, sebaiknya bijak dalam mengonsumsi telur asin.

Source link

Source link