Menjemput Dukungan Emosional dari Chatbot AI
Chatbot AI dan Dukungan Kesehatan Mental
Di era digital ini, semakin banyak orang, terutama di kalangan muda, yang memilih untuk mencari dukungan emosional dan kesehatan mental melalui chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini dianggap mudah diakses, tersedia kapan saja, dan terasa lebih nyaman tanpa adanya penilaian. Namun, sebuah studi terbaru dari University of Isfahan Iran yang dipublikasikan dalam Journal of Psychopathology and Clinical Science, telah mengingatkan bahwa penggunaan chatbot AI tanpa pengawasan dapat berdampak buruk pada kondisi psikologis seseorang.
Risiko Penggunaan Chatbot Umum
Studi tersebut menunjukkan bahwa chatbot AI yang secara khusus dirancang untuk kesehatan mental, seperti Wysa, mungkin memberikan dukungan yang bermanfaat bagi sebagian pengguna. Namun, chatbot umum seperti ChatGPT dan Gemini justru dapat meningkatkan risiko gangguan mental seseorang. Peneliti studi, Abasi Jondani, menjelaskan bahwa desain dari chatbot AI biasanya cenderung bersifat ramah dan merespons positif, namun hal ini dapat menciptakan siklus berbahaya bagi individu yang rentan secara psikologis. Oleh karena itu, chatbot AI umum bukanlah tempat yang tepat untuk mencari dukungan emosional.
5 Risiko Kesehatan Mental dari Penggunaan Chatbot AI
- Menunda Pertolongan Profesional: Chatbot AI mungkin terasa sebagai solusi yang cepat dan mudah ketika dibandingkan dengan konsultasi dengan profesional kesehatan mental. Namun, hal ini dapat menyebabkan seseorang menunda perawatan yang sebenarnya diperlukan.
- Memperkuat Kecemasan dan Perilaku Kompulsif: Bagi individu dengan gangguan kecemasan atau OCD, respons berulang yang diberikan oleh chatbot AI dapat memperkuat kebutuhan akan kepastian, bukan mengurangi kecemasan.












