Mengapa Skrining Penting: Misi 21 Km Penyintas Thalassemia

Stanley Joewono, seorang penyintas Thalassemia Beta Major, akan ikut serta dalam Virgin Half Marathon Jakarta Running Festival 2026 pada 24 Oktober 2026.

Pesan Perubahan melalui Langkah Kaki

Bagi Stanley Joewono, berlari sejauh 21 kilometer bukan hanya sekadar uji ketahanan fisik. Sebagai seorang penyintas Thalassemia Beta Major, setiap langkahnya di Virgin Half Marathon Jakarta Running Festival 2026 memiliki pesan yang lebih dalam. Stanley ingin menyampaikan pesan penting tentang Thalassemia dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menuju visi Indonesia Bebas Thalassemia.

Thalassemia Beta Major adalah kelainan genetik pada darah yang memerlukan transfusi darah secara teratur. Namun, meski hidup dengan kondisi tersebut sejak kecil, Stanley memilih untuk tidak terbebani oleh penyakitnya. Melalui olahraga, ia ingin membuktikan bahwa penyintas Thalassemia dapat tetap berprestasi, menginspirasi, dan turut serta dalam perubahan yang lebih besar.

“Kalau saya bisa berlari sejauh 21 kilometer, saya percaya kita semua juga bisa mengambil satu langkah sederhana untuk mencegah Thalassemia,” kata Stanley dalam keterangan tertulisnya.

Penggalangan Dana untuk Edukasi dan Skrining Thalassemia

Selain berpartisipasi dalam lomba lari, Stanley juga aktif dalam menggalang dana melalui Ayobantu.com untuk mendukung kampanye edukasi dan program skrining Thalassemia. Menurutnya, semakin banyak orang yang mengetahui status pembawa gen Thalassemia sejak dini, semakin besar peluang untuk mencegah kelahiran generasi selanjutnya dengan Thalassemia mayor.

“Saya mengajak masyarakat untuk mendukung program skrining Thalassemia. Skrining bukan hanya tentang pemeriksaan, tetapi juga memberikan kesempatan pada generasi mendatang untuk hidup lebih sehat. Semakin cepat dideteksi, semakin besar kesempatan untuk melakukan upaya pencegahan,” ujar Stanley.

Source link