Perlindungan dari Paparan Sinar Matahari Harus Dimulai Sejak Dini
Penyinaran sinar ultraviolet (UV) dari matahari menjadi hal yang perlu diwaspadai oleh semua orang, terutama dalam merawat kulit mereka. Tabir surya menjadi salah satu solusi untuk melindungi kulit dari efek berbahaya paparan sinar UV ini. Namun, tahukah Anda kapan sebaiknya mulai menggunakan tabir surya pada bayi?
Pentingnya Menjaga Kulit Bayi dari Paparan Sinar UV
Dokter spesialis kulit, dr. Hysem Eldik, menjelaskan bahwa penggunaan tabir surya pada bayi perlu dilakukan dengan hati-hati. Bayi sebaiknya tidak langsung menggunakan tabir surya sejak lahir karena kulit mereka masih sangat sensitif. Idealnya, penggunaan tabir surya baru diperkenankan pada bayi setelah mencapai usia enam bulan dengan produk yang tepat dan formulasi yang sesuai.
Bagi bayi yang baru lahir hingga usia enam bulan, sebaiknya tidak menggunakan produk kosmetik apapun, termasuk tabir surya. Dr. Eldik menyarankan untuk melindungi bayi dari sinar matahari dengan cara lebih sederhana, seperti mengenakan pakaian pelindung yang ringan, topi, dan menjaga bayi tetap berada di tempat yang teduh. Hal ini sudah cukup efektif dalam menjaga kulit mereka tetap terlindungi.
Rekomendasi Penggunaan Tabir Surya untuk Bayi
Untuk bayi yang berusia enam bulan hingga dua tahun, penggunaan tabir surya sudah diperbolehkan. Namun, dr. Eldik merekomendasikan agar orang tua memilih produk tabir surya yang mengandung zinc oxide. Hal ini dikarenakan kulit bayi dan balita pada rentang usia ini masih dalam tahap perkembangan yang rentan.
Lapisan pelindung kulit mereka belum berkembang sepenuhnya, sehingga tabir surya dengan bahan dasar zinc oxide dinilai lebih aman dan mudah ditoleransi oleh kulit yang sensitif. Selain itu, penggunaan tabir surya berbasis zinc oxide juga membantu menghindari penyerapan bahan kimia ke dalam tubuh bayi yang belum seharusnya terjadi.












