Gerd pada Bayi: Dampaknya yang Bisa Berlanjut hingga Dewasa

GERD pada Bayi: Dari Kelahiran Hingga Dewasa

Dokter memeriksa seorang anak sebelum disuntik vaksin campak di Rumah Vaksinasi Pusat, Jakarta, Kamis (12/3/2026). Gumoh pada bayi seringkali dianggap sebagai hal normal, namun jika gumoh tersebut terjadi secara berlebihan setelah makan atau disertai ketidaknyamanan, bisa jadi ini merupakan tanda dari GERD pada bayi.

Sudahkah Diperhatikan dengan Serius?

Dokter spesialis anak konsultan gastroenterohepatologi, dr. Sri Kesuma Astuti, menjelaskan bahwa GERD pada bayi perlu ditangani secara serius. Jika tidak, kondisi ini dapat berlanjut hingga dewasa dan berdampak negatif bagi pertumbuhan anak. Salah satu dampak yang sering terjadi adalah kesulitan kenaikan berat badan akibat rasa nyeri dan ketidaknyamanan pada kerongkongan yang disebabkan oleh GERD.

Bayi yang mengalami GERD mungkin akan menolak untuk makan atau menyusui karena nyeri yang dirasakan. Hal ini seharusnya menjadi alarm bagi orang tua bahwa ada yang tidak beres dengan kesehatan bayi mereka.

Faktor Risiko GERD pada Bayi dan Anak

Terdapat beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terjadinya GERD pada bayi maupun anak. Bayi prematur memiliki risiko lebih tinggi daripada bayi yang lahir cukup bulan. Sedangkan pada anak-anak, kondisi medis seperti cerebral palsy, terutama pada pasien dengan GMFCS tipe 4-5 yang hanya dapat berbaring, juga dapat meningkatkan risiko terkena GERD.

Dr. Sri menekankan pentingnya untuk tidak mengabaikan tanda-tanda GERD pada bayi dan anak. Perhatian dan penanganan yang tepat akan membantu mencegah masalah yang lebih serius di kemudian hari.

Source link