Pentingnya Deteksi Dini Strabismus pada Anak
Mata juling atau strabismus sering kali dianggap hanya sebagai masalah kosmetik belaka. Namun, kondisi ini sebenarnya dapat memengaruhi fungsi penglihatan dan menimbulkan gangguan serius jika tidak ditangani dengan tepat sejak dini.
Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Group, Prof Dr. Tjahjono D Gondhowiardjo SpM(K), PhD, menekankan bahwa deteksi dini strabismus sangat penting, terutama pada anak-anak. Kondisi ini terjadi ketika kedua mata tidak sejajar dan dapat dialami oleh siapa pun, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Gejala Strabismus dan Penanganannya
Strabismus tidak hanya berdampak pada estetika mata, tetapi juga secara medis dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam melihat tiga dimensi, memperkirakan jarak, dan meningkatkan risiko ambliopia (mata malas). Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan perkembangan penglihatan anak sejak dini.
Gejala mata juling tidak selalu muncul secara konsisten, dan bisa terlihat saat anak sedang lelah, mengantuk, atau dalam kondisi tidak sehat. Edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan mata dini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius di kemudian hari.
Tindakan Penanganan Strabismus
Di JEC Eye Hospitals & Clinics, penanganan strabismus didasarkan pada pemeriksaan penyebab yang mendasarinya. Mulai dari penggunaan kacamata untuk memperbaiki fokus mata, terapi patching, vision therapy, hingga tindakan operasi jika diperlukan. Semakin banyak pasien yang mencari pertolongan medis, menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mata.
Kampanye “Strabismus: From Stigma to Confidence” yang dijalankan oleh JEC Eye Hospitals & Clinics turut berperan dalam meningkatkan kesadaran publik tentang strabismus. Penghargaan yang diterima sebagai Impactful Omnichannel Social Campaign menjadi bukti bahwa edukasi tentang strabismus perlu terus disosialisasikan untuk mencegah dampak yang lebih buruk di kemudian hari.












