Setelah melewati bulan Ramadhan dengan ibadah puasa, banyak orang cenderung ingin menyantap berbagai makanan saat merayakan Hari Raya Idul Fitri. Makanan khas Lebaran seperti ketupat, opor, rendang, dan aneka kue memang sangat mengundang selera. Namun, dr. Ari Fahrial Syam, seorang dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan gastroenterologi, mengingatkan pentingnya proses adaptasi bagi tubuh setelah sebulan puasa. Tubuh perlu penyesuaian bertahap setelah membatasi pola makan selama Ramadhan, dan bukan langsung kembali ke pola makan normal dengan porsi besar.
Menurut dr. Ari, makanan khas Lebaran yang mengandung santan, lemak, dan gula tinggi bisa menyebabkan keluhan pencernaan seperti kembung, begah, dan nyeri ulu hati. Jika gejala tersebut muncul, itu menjadi pertanda bahwa sistem pencernaan sedang kewalahan dan harus dihentikan. Oleh karena itu, disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak, santan, pedas, atau asam, serta menghindari minuman bersoda dan kopi secara berlebihan. Puasa Syawal juga bisa menjadi alternatif untuk membantu tubuh beradaptasi kembali ke pola makan normal setelah bulan Ramadhan.












