Memasuki usia 40-an sering dianggap sebagai “usia emas” bagi banyak wanita. Di masa ini, kematangan emosional dan karier biasanya sedang berada di puncaknya. Namun, di balik kestabilan hidup tersebut, tubuh wanita sedang mengalami transisi besar yang berkaitan dengan kesehatan jantung.
Banyak wanita yang terkejut saat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin karena angka LDL (kolesterol jahat) mereka melonjak naik. Reaksi pertama biasanya adalah rasa bersalah dan pertanyaan mengenai diet dan olahraga yang mereka jalani. Namun, ahli kardiologi intervensi, dr. Sanjay Bhojraj, mengungkapkan bahwa mungkin masalah ini lebih berkaitan dengan hormon daripada perilaku sehari-hari.
Dr. Sanjay Bhojraj membagikan pengalamannya menemui wanita di usia 40-an dengan perubahan profil kolesterol yang drastis. Fenomena ini sering kali membuat gaslighting kepada pasien wanita, membuat mereka merasa bersalah atas perubahan yang terjadi pada tubuh mereka. Hal ini sering kali terjadi selama masa perimenopause, di mana kadar hormon estrogen wanita mulai menurun.
Estrogen, yang dikenal sebagai “malaikat pelindung” jantung, membantu menjaga kesehatan jantung wanita. Dalam fase perimenopause, penurunan kadar estrogen dapat memberikan dampak terhadap sistim pembuluh darah dan pengaturan kolesterol. Oleh karena itu, penting bagi wanita di usia 40-an untuk memahami perubahan yang terjadi pada tubuh mereka dan mendiskusikan hal ini dengan dokter untuk menjaga kesehatan jantung mereka.












