Lebaran adalah waktu terbaik untuk berkumpul bersama keluarga dan mempererat tali silaturahmi. Saat ini juga merupakan momen di mana sajian khas Lebaran seperti ketupat, opor, rendang, sambal goreng ati, gulai, kue, dan minuman manis menjadi menu utama. Namun, bagi penderita penyakit tidak menular seperti stroke, penyakit jantung koroner, kanker, diabetes mellitus, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), pemilihan makanan sangat penting untuk menghindari kemungkinan penyakit kambuh. Dr. Niken Sasadhara Sasmita, seorang dokter dan dosen di Universitas Negeri Surabaya, menjelaskan bahwa makanan khas Lebaran seringkali tinggi kolesterol dan tidak baik untuk penderita Penyakit Tidak Menular (PTM).
Makanan bersantan, seperti opor ayam, gulai, dan sayur lodeh, merupakan jenis makanan dengan tingkat lemak tinggi yang sering ditemui saat Lebaran. Lemak dalam santan dapat menyebabkan penumpukan plak pada dinding pembuluh darah, mengakibatkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah. Jika makanan bersantan dipanaskan berkali-kali, hal ini dapat menghilangkan nutrisi dan meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh. Dr. Niken menyarankan agar makanan bersantan dimasak sekali untuk satu kali makanan untuk menghindari bahaya peningkatan lemak jenuh dan sulit dicerna oleh tubuh.
Penderita PTM disarankan untuk menjauhi makanan bersantan saat Lebaran agar dapat menjaga kesehatan mereka dan mencegah kemungkinan penyakit kambuh. Adanya pemahaman yang baik tentang jenis makanan yang sebaiknya dihindari dapat membantu penderita PTM untuk tetap menikmati suasana Lebaran tanpa merugikan kesehatan mereka.












