Menjelang momen mudik dan Lebaran, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong pengaturan batasan ketika berkumpul bersama keluarga. Dr. Imran Pambudi, MPHM, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, menegaskan pentingnya persiapan sebelum berangkat dalam memastikan keberlangsungan reuni yang bermakna dan menghindari stres yang merugikan kesehatan mental. Persiapan realistis seperti menentukan durasi kunjungan yang wajar dan menyiapkan aktivitas bersama yang menyenangkan sangat dianjurkan untuk mengoptimalkan pengalaman mudik.
Selain itu, perhatian khusus juga perlu diberikan pada anak-anak dengan menetapkan aturan penggunaan layar sebelum berangkat dan menyediakan aktivitas offline dan konten edukatif selama perjalanan. Pentingnya tetap tenang dan mampu mengelola emosi di tengah segala dinamika keluarga, serta berkomunikasi secara jujur dan penuh empati untuk menjaga suasana reuni tetap hangat dan bermakna.
Mudik, meskipun menantang, memiliki manfaat positif bagi kesehatan jiwa. Dukungan sosial dari keluarga dan sahabat dalam bentuk pelukan, tawa bersama, dan percakapan hangat dapat mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati. Setelah kunjungan, penting bagi individu untuk memberikan waktu bagi diri sendiri untuk pulih dengan tidur yang cukup, aktivitas santai, atau berinteraksi dengan teman.
Dengan persiapan yang matang, komunikasi yang baik, dan kemampuan untuk mengatur emosi, momen mudik dan reuni keluarga di Lebaran bisa menjadi pengalaman yang kaya akan manfaat emosional dan sosial serta mempererat hubungan antar anggota keluarga. Dengan demikian, kesehatan jiwa tetap terjaga dan momen bersama tersebut menjadi berkesan untuk dikenang.












