Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia telah mengungkapkan tekanan yang mereka rasakan selama menjalani perkuliahan. Febri Susanto P, lulusan Ilmu Kesejahteraan Sosial angkatan 2021, berbagi pengalaman tentang bagaimana tekanan akademik dan sosial masih menjadi beban yang dirasakan mahasiswa. Selama empat tahun menjalani kuliah, Febri aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan himpunan jurusan. Ia menuturkan bahwa selain tekanan dari tugas-tugas akademik, tekanan sosial juga dirasakan terutama pada masa awal kuliah.
Pengalaman Febri menunjukkan bahwa adaptasi dengan lingkungan baru serta tuntutan akademik dan dinamika pergaulan sangat memengaruhi kesehatan mental mahasiswa. Tantangan mulai muncul pada semester tiga ketika kegiatan tatap muka baru dimulai, membuat proses adaptasi semakin menantang. Selain itu, beban akademik dari tugas individu maupun kelompok juga menjadi salah satu penyebab tekanan di kalangan mahasiswa.
Febri sendiri mengalami perubahan pola hidup yang tidak sehat ketika memasuki semester akhir kuliah. Aktivitas organisasi, tugas akademik, dan masalah keluarga membuatnya sering tidur larut malam bahkan ada beberapa kali tidak tidur sama sekali. Setelah menyadari kondisinya yang tidak normal, Febri mencari bantuan profesional dan mengakses layanan Badan Konseling Mahasiswa di tingkat fakultas.
Pengalaman Febri menjadi pelajaran penting bahwa kesadaran diri serta akses terhadap layanan pendampingan profesional sangat penting dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa. Fenomena tekanan berlapis di kalangan mahasiswa menunjukkan perlunya dukungan lingkungan kampus yang lebih kuat. Upaya pencegahan dan layanan yang responsif diharapkan dapat membantu mahasiswa menjalani masa studi dengan lebih sehat dan seimbang.












