Vaksinasi HPV Massal: Dorongan POGI untuk Kesehatan Perempuan

Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Prof Budi Wiweko, SpOG, menyatakan bahwa kanker serviks masih menjadi penyebab kematian tertinggi kedua bagi perempuan Indonesia. Data nasional menunjukkan bahwa setiap kurang lebih 25 menit, satu perempuan meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Untuk mengatasi hal ini, POGI melalui gerakan nasional SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia) menginisiasi aksi percepatan perlindungan berupa Vaksinasi HPV Serentak berskala provinsi.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam satu hari di enam lokasi yang mencakup lima kota administratif dan Kabupaten Kepulauan Seribu, dengan target lebih dari 500 penerima vaksin. Prof Budi Wiweko menunjukkan bahwa hal ini adalah langkah nyata, cepat, dan terstruktur untuk mencapai target Eliminasi Kanker Serviks WHO. Pemprov DKI Jakarta juga disebut berkomitmen dalam penanganan kanker serviks, dengan berbagai program pencegahan yang telah mereka jalankan.

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr Benjamin Paulus Oktavianus, menekankan bahwa infeksi HPV adalah penyebab utama kanker serviks dan dapat dicegah dengan vaksinasi lengkap. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan program vaksinasi HPV gratis sebagai investasi kesehatan masa depan. Vaksinasi serentak ini menandai awal komitmen jangka panjang SPRIN dalam menyediakan akses pencegahan yang merata, edukasi berkelanjutan, dan gerakan nasional yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Semua ini dilakukan demi melindungi setiap ibu dan masa depan bangsa.

Source link