Burger adalah salah satu hidangan paling populer di dunia, dengan aroma daging panggang yang menarik dan memuaskan. Namun, tidak semua patty burger terbuat dari daging sapi sepenuhnya. Banyak patty yang dijual di pasaran atau restoran cepat saji sebenarnya tercampur dengan berbagai bahan tambahan untuk menekan biaya produksi. Tara Collingwood, seorang ahli diet olahraga bersertifikat dan penulis pendamping Flat Belly Cookbook for Dummies, membagikan tujuh tanda untuk mengidentifikasi burger yang bukan terbuat dari daging sapi murni.
Pertama, perhatikan apakah terdapat label “100 persen daging” di restoran atau situs web, jika tidak, kemungkinan besar patty tersebut bukan murni daging sapi. Selain itu, bahan-bahan tambahan seperti protein kedelai, pati makanan modifikasi, atau perisa alami dapat menjadi indikasi bahwa daging telah dicampur. Patty burger yang berkualitas seharusnya hanya terdiri dari daging sapi asli dan sedikit garam atau merica.
Memerhatikan label bahan pembuat patty burger juga penting, semakin panjang daftar bahan, semakin besar kemungkinan daging telah dicampur dengan bahan lain. Menjadi lebih waspada terhadap kata-kata ambigu seperti “beef patty”, “grilled patty”, atau “seasoned beef”, bisa membantu mengidentifikasi patty burger yang bukan terbuat dari daging sapi asli. Dengan memperhatikan tanda-tanda ini, konsumen bisa lebih cerdas dalam memilih burger yang berkualitas dan sesuai dengan keinginan mereka.












