Generasi Z tengah menjadi sorotan sebagai generasi yang lebih jarang mengonsumsi alkohol daripada generasi sebelumnya. Penurunan konsumsi alkohol ini dikonfirmasi oleh penelitian National Institute on Drug Abuse (NIDA) di Amerika Serikat sejak awal tahun 2000-an. Meskipun demikian, Guru Besar Psikologi dari Universitas Indonesia, Prof. Rose Mini Agoes Salim, memperingatkan bahwa penurunan ini tidak mengurangi risiko penyalahgunaan zat di kalangan generasi muda, terutama di Indonesia.
Menurut Prof. Rose, banyak remaja di Indonesia beralih dari konsumsi alkohol ke obat-obatan terlarang seperti sabu atau narkotika lainnya. Perpindahan ini bisa jadi disebabkan oleh berbagai faktor yang dihadapi oleh generasi Z, membuat mereka lebih responsif terhadap tren baru. Namun, hal ini menunjukkan pentingnya kesadaran moral dan pendidikan agama sejak dini sebagai langkah pencegahan.
Prof. Rose menekankan pentingnya memberikan anak muda kemampuan untuk membedakan baik dan buruk, memiliki empati, serta mampu mengontrol diri. Di samping itu, faktor lingkungan sosial juga berperan penting dalam pengaruh pergaulan, di mana keberadaan teman-teman yang menggunakan narkoba dapat memengaruhi remaja untuk ikut terlibat.
Lebih lanjut, Prof. Rose mengingatkan bahwa kecerdasan moral dan nurani juga memiliki peranan signifikan dalam mencegah perilaku negatif pada remaja, seperti pemaksaan, kebohongan, atau tindakan kriminal lainnya. Penggunaan obat-obatan terlarang secara berlebihan dapat merusak kesehatan mental, menghambat kemampuan kognitif, kontrol emosi, dan psikomotor, sehingga pendidikan moral yang kuat sangat diperlukan.
Dalam era digital saat ini, akses terhadap obat-obatan terlarang semakin mudah, sehingga kewaspadaan orang tua dan lingkungan sangat penting. Prof. Rose sebagai seorang psikolog menyarankan agar remaja tidak mengkonsumsi narkoba. Penggunaan zat obat-obatan terlarang, termasuk alkohol, bisa merusak fungsi otak dan berdampak buruk pada kehidupan sosial dan kesehatan mental. Oleh karena itu, pendidikan dan pemahaman akan dampak buruk dari penggunaan obat-obatan ini menjadi kunci penting dalam upaya pencegahan.












