Siswa korban keracunan setelah mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG). Menurut dr. Tan Shot Yen, ikan hiu mengandung tingkat merkuri yang tinggi dan berbahaya bagi tubuh. Kasus keracunan ini terjadi di SDN 12 Benua, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Sebanyak 25 siswa mengalami gejala mual, muntah, dan sakit perut setelah makan ikan hiu goreng. Dr. Tan menjelaskan bahwa merkuri adalah logam berat beracun. Dia juga menolak klaim Badan Gizi Nasional (BGN) yang menyebut ikan hiu sebagai menu lokal. Menurut dr. Tan, masyarakat Kalimantan Barat tidak biasa makan ikan hiu dan seharusnya program MBG menggunakan menu lokal seperti bubur paddas atau Pengkang. Menu lokal ini lebih aman dan bergizi dibanding ikan hiu. Bahkan dr. Tan menyarankan olahan seperti Pekasam ikan papuyu atau Choipan sebagai alternatif yang lebih baik. Sehingga, program MBG di Kalimantan Barat dapat dijalankan dengan menu yang lebih aman dan sesuai dengan budaya setempat.
Dokter Tan Shot Yen: Bahaya Ikan Hiu Tinggi Merkuri
Read Also
Recommendation for You

Mengapa Mimpi Terasa Nyata? Saat liburan, ritme biologis tubuh sering teracak-acak. Pernahkah kamu berpikir mengapa…

Ikan Sapu-Sapu: Bahaya Logam Berat dan Penyematan dalam Makanan Operasi pembersihan yang dilakukan di Kali…

Penelitian: Cuaca Ekstrem Picu Lonjakan Serangan Jantung dan Strok Cuaca Ekstrem dan Dampaknya pada Kesehatan…

Mengganti Label Nutri Level dengan Label Peringatan GGL Menurut Aliansi Pangan Sehat Aliansi Pangan Sehat…

Proses Pemulihan Trauma Korban Kecelakaan Kereta Api Evakuasi gerbong KRL Commuterline yang mengalami kecelakaan di…







