Dokter Sebut Merkuri Ikan Hiu di Ketapang: Potensi Tambang Tinggi

Ikan hiu memiliki risiko tinggi akibat kandungan merkuri yang berbahaya bagi tubuh, terutama jika ikan hiu hidup di perairan Kabupaten Ketapang yang dekat dengan penambangan emas ilegal. Kasus keracunan makanan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, yang dialami puluhan siswa setelah mengonsumsi ikan hiu goreng dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyoroti bahaya tersebut. Dr. Kasim Rasjidi sebagai seorang Health Coach dan dokter spesialis penyakit dalam menegaskan bahwa ikan hiu secara alami berada di rantai makanan tertinggi sehingga akumulasi merkuri di tubuhnya bisa sangat tinggi, terutama dengan keberadaan tambang emas ilegal di sekitar Ketapang yang merusak hutan dan mencemari sungai. Merkuri dari tambang ini bisa mencemari laut tempat ikan hiu hidup dan mencari makan.

Dr. Kasim mendorong dilakukannya investigasi menyeluruh terkait insiden keracunan makanan di Ketapang, mencakup asal-usul ikan, proses penyimpanan, bumbu tambahan, dan cara pengolahan makanan. Dia juga mencurigai bahwa masyarakat Ketapang mungkin sudah lama terpapar merkuri dalam jangka panjang. Keracunan merkuri kronis bisa memiliki dampak kesehatan serius, seperti kerusakan ginjal dan bahkan pada janin. Oleh karena itu, penanganan masalah ini tidak hanya terbatas pada pengobatan korban keracunan, namun pemerintah juga perlu mengambil tindakan terhadap sumber pencemaran, yaitu tambang emas ilegal di daerah tersebut. Menyelamatkan warga bukan hanya dengan memindahkan mereka dari daerah tercemar, tetapi juga dengan membenahi aktivitas tambang secara menyeluruh.

Source link