Bunuh Diri Mendahului Kanker: Penyebab Kematian di Usia 40-an di Korea

Bunuh diri telah melampaui kanker sebagai penyebab utama kematian bagi warga Korea dalam kelompok usia 40-an. Korea Selatan memiliki angka bunuh diri tertinggi di antara negara-negara OECD, namun data statistik terbaru menunjukkan peningkatan yang signifikan. Menurut Statistik Penyebab Kematian 2024 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Korea, bunuh diri kini menyumbang 26 persen dari total kematian, melewati angka kematian akibat kanker yang sebesar 24,5 persen. Hal ini menandai pertama kalinya sejak 1983 bunuh diri menjadi penyebab kematian nomor satu bagi kelompok usia 40-an di Korea Selatan.

Tren bunuh diri juga dominan di usia remaja, 20-an, 30-an, dan 50-an, mencapai titik tertinggi dalam kasus dan tingkat bunuh diri sejak tahun 2011. Faktor finansial akibat perlambatan ekonomi dipercaya sebagai penyebab penting, tetapi masalahnya lebih kompleks. Direktur Tren Demografi di Badan Pusat Statistik Korea, Park Hyun Jung, menekankan bahwa kondisi ekonomi, kesehatan mental, dan fisik saling terkait dalam meningkatkan angka bunuh diri. Tekanan ekonomi, tuntutan sosial, dan kekhawatiran akan masa depan di usia 40-an menciptakan lapisan pelindung yang terkikis saat kondisi ekonomi memburuk.

Korea Selatan diharapkan untuk tidak hanya memperbaiki ekonomi, tetapi juga menyediakan sistem pendukung kesehatan mental yang lebih luas dan mudah diakses. Langkah-langkah ini diharapkan dapat melindungi generasi pekerja dari tingkat bunuh diri yang semakin meningkat. Masalah bunuh diri di Korea Selatan menjadi sebuah tantangan sosial yang mendesak, membutuhkan perhatian serius dan solusi holistik untuk mencegah peningkatan angka bunuh diri yang mencemaskan.

Source link