Asia Tenggara Perkuat Layanan Kesehatan Regional

Penyakit tidak menular, termasuk kanker, penyakit kardiovaskular, dan stroke, diperkirakan terus menekan sistem kesehatan Asia Tenggara. Dalam siaran pers Sunway Medical Centre (SMC) Sunway City, kasus penyakit tidak menular di Indonesia disebut berpotensi meningkat hingga 45 persen pada 2050.

Tren tersebut berlangsung ketika kebutuhan pasien terhadap layanan medis semakin kompleks. Pasien bukan hanya membutuhkan pengobatan, tetapi juga akses kepada dokter spesialis yang sesuai, teknologi diagnostik dan terapi, serta koordinasi perawatan sejak pemeriksaan hingga pemulihan.

Kerja sama regional dan penguatan layanan spesialis

ASEAN Health Sector Work Programme 2026–2030 menempatkan kerja sama kesehatan regional, pertukaran pengetahuan, dan perluasan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas sebagai sejumlah prioritas. Agenda itu menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem kesehatan di kawasan Asia Tenggara.

Chief Executive Officer Sunway Medical Centre, Sunway City, Erica Lam mengatakan, perubahan kebutuhan kesehatan membuat pasien semakin mempertimbangkan kepastian terhadap tim medis dan kesinambungan layanan.

“Seiring dengan semakin kompleksnya kebutuhan kesehatan, pasien tidak hanya mencari pengobatan semata. Mereka menginginkan keyakinan terhadap tim medis, akses tepat waktu ke spesialis yang sesuai, serta dukungan yang terkoordinasi sepanjang perjalanan kesehatan mereka,” kata Erica dalam siaran pers, Rabu (30/9/2026).

SMC Sunway City di Malaysia kini memiliki 1.090 tempat tidur dan lebih dari 370 konsultan. Para konsultan tersebut mencakup lebih dari 80 subspesialisasi yang tersebar di 28 Centres of Excellence. Bidang layanan yang tersedia antara lain hematologi, onkologi, ortopedi, kardiologi, neurologi, gastroenterologi, dan pediatri.

Teknologi medis hingga layanan pediatri

Pengembangan kapasitas rumah sakit dilakukan melalui layanan multidisiplin, pemanfaatan teknologi medis, dan sistem digital. Untuk tindakan bedah dan terapi, rumah sakit menggunakan sistem bedah robotik da Vinci Xi, Mako SmartRobotics, serta Rosa Knee System untuk prosedur penggantian sendi.

Di bidang neurologi, Leksell Gamma Knife digunakan untuk radiosurgery noninvasif pada kondisi otak tertentu. Rumah sakit itu juga mengoperasikan NAEOTOM Alpha, pemindai CT photon-counting yang mendukung pemeriksaan di bidang onkologi, kardiologi, dan perawatan vaskular.

Otomatisasi diterapkan pada layanan farmasi untuk membantu akurasi pemberian obat, pengelolaan inventori, dan efisiensi operasional. Sementara itu, layanan pediatri diperkuat untuk menangani kebutuhan anak dengan kondisi medis yang lebih kompleks.

SMC Sunway City memiliki 56 spesialis pediatri yang mencakup 28 subspesialisasi. Layanan tersebut meliputi penanganan penyakit umum hingga kasus kanker, jantung, neurologi, pencernaan, bedah, dan ortopedi pada anak.

Pembukaan Tower F menambah kapasitas layanan pediatri melalui penyediaan kamar khusus anak. Pada tahap berikutnya, gedung itu akan dilengkapi kamar untuk pasien kanker darah anak.

Pasien Indonesia dan layanan lintas negara

Pergerakan pasien antarnegara turut membentuk kebutuhan layanan kesehatan di kawasan. Menurut SMC Sunway City, pasien asal Indonesia menyumbang lebih dari 50 persen dari total pasien internasional yang ditangani rumah sakit tersebut.

Untuk mendukung pasien internasional, rumah sakit menyediakan koordinasi sebelum kedatangan dan pengaturan janji temu dengan dokter spesialis. Dukungan itu mencakup transportasi, rawat inap, pengurusan asuransi, layanan interpretasi, perpanjangan visa, hingga evakuasi medis.

Porsi pasien Indonesia tersebut menjadi bagian dari dinamika mobilitas masyarakat dalam mencari layanan kesehatan di Asia Tenggara. Dalam konteks itu, kapasitas rumah sakit, ketersediaan spesialis, dan koordinasi perawatan lintas negara menjadi unsur penting dalam pengembangan layanan kesehatan regional.

Source link