Gangguan memori pada lansia kini menjadi perhatian kesehatan yang semakin mendesak. Ciputra Hospital CitraGarden City Jakarta merespons kebutuhan tersebut dengan membuka Memory Clinic, layanan yang ditujukan untuk mendukung deteksi dini serta penanganan demensia dan Alzheimer.
Memory Clinic diresmikan bertepatan dengan peringatan Hari Alzheimer Sedunia pada 21 September. Layanan ini dirancang untuk membantu pasien memperoleh pemeriksaan dan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari penilaian fungsi kognitif hingga program rehabilitasi.
Beban demensia terus meningkat
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Imran Pambudi mengatakan, jumlah kasus demensia di Indonesia diperkirakan telah melampaui 2 juta kasus pada 2025. Perkiraan tersebut berlangsung seiring dengan bertambahnya populasi lanjut usia di Indonesia.
Menurut Imran, jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas pada 2025 diperkirakan mencapai 34 juta orang atau sekitar 11,9 persen dari total populasi. Dari keseluruhan kasus demensia, Alzheimer menjadi bentuk yang dominan dan diperkirakan mencakup lebih dari 60 persen kasus secara nasional.
Kemenkes menilai penanganan Alzheimer perlu dilakukan melalui pendekatan multidimensi. Upaya tersebut tidak hanya mencakup aspek medis, tetapi juga dukungan sosial dan kebijakan publik. Deteksi dini menjadi salah satu langkah penting agar intervensi dapat diberikan secara tepat dan kualitas hidup pasien tetap terjaga.
Imran menambahkan, pendekatan komprehensif untuk healthy aging perlu menggabungkan pilar promotif, preventif, dan restoratif. Salah satu bentuknya adalah exercise medicine yang menekankan latihan kekuatan, keseimbangan, dan aerobik.
“Pendekatan komprehensif untuk healthy aging menggabungkan pilar promotif, preventif, dan restoratif. Program exercise medicine yang menekankan latihan kekuatan, keseimbangan, dan aerobik membantu mencegah frailty dan mempertahankan mobilitas,” tutur Imran.
Layanan melibatkan tim multidisiplin
Direktur Ciputra Hospital CitraGarden City, dr. Margaretha, MARS, FISQua, mengatakan pembukaan Memory Clinic merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk meningkatkan perhatian terhadap kesehatan otak. Klinik tersebut juga disiapkan sebagai tempat pendampingan bagi pasien dan keluarga dalam menghadapi gangguan memori.
“Memory Clinic hadir bukan hanya untuk mengobati, tetapi untuk mendeteksi dini, mencegah perburukan, dan mendampingi pasien serta keluarga dalam menjaga kualitas hidup pasien demensia. Bertepatan dengan Hari Alzheimer Sedunia, kami ingin mengingatkan bahwa lupa bukan hal yang wajar untuk dianggap sepele pada lansia dan perlu penanganan profesional,” ujar dr. Margaretha.
Dokter Penanggung Jawab Memory Clinic, dr. Debby Amelia, Sp.N, F.NB, menjelaskan bahwa layanan klinik mencakup skrining fungsi kognitif, konsultasi neurologi, neuropsikologi, serta program stimulasi dan rehabilitasi memori.
Pelayanan itu didukung oleh tim multidisiplin yang terdiri atas dokter spesialis saraf, psikolog klinis, dan tenaga kesehatan terlatih. Komposisi tersebut memungkinkan pemeriksaan serta pendampingan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap pasien.
Direktur PT Citra Raya Medika, Nararya Ciputra Sastrawinata, juga mendorong manajemen dan tenaga kesehatan untuk terus mengembangkan Neurology Center sebagai salah satu layanan unggulan rumah sakit.












