Bahaya dan Dampak Keracunan Makanan pada Otak dan Saraf Anak
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia telah menimbulkan bahaya keracunan makanan yang mengkhawatirkan. Menurut Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), sebanyak 40.759 orang diduga mengalami keracunan sejak program MBG diluncurkan pada tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 12.656 kasus terjadi dari Januari hingga awal Agustus 2026.
Para korban keracunan tersebut mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, sakit perut, lemas, dan demam. Bahkan, seorang siswi berusia 16 tahun dari Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dilaporkan mengalami gangguan daya ingat dan fungsi saraf setelah keracunan makanan dari program MBG.
Gangguan Fungsi Otak Akibat Keracunan Makanan
Mengomentari dampak keracunan makanan pada fungsi otak, dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, seorang dokter spesialis gizi klinik, menjelaskan bahwa keracunan makanan dapat menyebabkan gangguan fungsi otak karena kehilangan elektrolit tubuh. Reaksi awal tubuh terhadap keracunan makanan umumnya dimulai dengan muntah dan diare, yang merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan zat asing.
Gejala muntah dan diare yang berkepanjangan dapat mengakibatkan penurunan kadar elektrolit dalam tubuh. Kondisi ini pada akhirnya dapat memengaruhi perkembangan otak, terutama pada anak-anak yang rentan mengalami kejang atau sakit berulang akibat gangguan elektrolit.
Kasus Langka namun Perlu Diwaspadai
Meskipun kasus keracunan yang berdampak pada fungsi otak dan saraf tergolong langka, dr. Nurul mengingatkan agar tetap waspada. Keracunan makanan bisa terjadi tidak hanya dari program sekolah, tetapi juga dari makanan yang diolah di rumah. Jika tidak dilakukan dengan benar, pengolahan dan penyimpanan makanan dapat menyebabkan keracunan yang berbahaya.
Dalam kasus keracunan makanan, langkah pencegahan dan penanganan yang cepat sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih serius, terutama pada fungsi otak dan saraf anak. Peran orang tua dan lembaga terkait sangat diperlukan dalam menjaga kualitas makanan yang aman dan bergizi bagi anak-anak Indonesia.












