Cat Rambut Picu Kanker Payudara, Mitos atau Fakta?
Belakangan ini, klaim bahwa risiko kanker payudara meningkat hingga 60 persen pada pengguna cat rambut mencuat. Hal ini berdasarkan Sister Study yang melibatkan 46.709 perempuan dan dipublikasikan dalam International Journal of Cancer.
Penjelasan dari Dr. Samuel Stemi
Dr. Samuel Stemi, dokter, praktisi estetika, dan dosen IPB University, memberikan tanggapannya terkait isu ini. Meskipun data berasal dari penelitian ilmiah, Dr. Samuel menegaskan perlunya pemahaman yang hati-hati.
Menurutnya, angka 60 persen bukan berarti semua pengguna cat rambut akan terkena kanker payudara. Selain itu, penelitian tersebut bersifat observasional sehingga menunjukkan hubungan, bukan penyebab langsung.
Penemuan dari Sister Study
Penelitian Sister Study mengungkap adanya hubungan antara penggunaan pewarna rambut permanen dengan peningkatan risiko kanker payudara. Namun, risiko 60 persen lebih tinggi terdeteksi pada kelompok perempuan Black/African American yang sering menggunakan pewarna rambut permanen.
Selain itu, studi menemukan peningkatan risiko sekitar 9 persen pada seluruh peserta yang menggunakan pewarna rambut permanen dalam setahun sebelum penelitian. Angka ini lebih rendah pada perempuan White, tetapi signifikan pada perempuan Black.
Peringatan dari Dr. Samuel
Dr. Samuel mengingatkan bahwa bukti ilmiah tentang hubungan cat rambut dan kanker payudara masih belum konsisten. Meskipun beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan, namun belum bisa disimpulkan bahwa cat rambut secara langsung dapat menyebabkan kanker.
Ia juga menekankan bahwa cat rambut mengandung berbagai bahan kimia, termasuk aromatic amines seperti p-phenylenediamine (PPD). Namun, keberadaan bahan kimia tersebut belum tentu langsung menyebabkan kanker pada manusia.












