Puskesmas Kecamatan Menteng Sosialisasi Penyakit Hepatitis
Petugas Puskesmas Kecamatan Menteng melakukan sosialisasi terkait penyakit hepatitis akut disela pelaksanaan posyandu di Kawasan Pemukiman Jalan Ayer 5, Menteng, Jakarta, Rabu (18/5/2022).
Masyarakat seringkali memiliki pemahaman yang keliru tentang penyakit hepatitis, terutama hepatitis B dan C. Beberapa anggapan seperti penularan melalui makan bersama dan berpelukan ternyata hanyalah mitos. Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastro entero-hepatologi, dr. Fahmi Indrarti, memberikan penjelasan mengenai hal ini.
Fakta Tentang Hepatitis
Hepatitis merupakan peradangan hati yang dapat disebabkan oleh infeksi virus hepatitis, seperti hepatitis A, B, C, D, dan E. Selain virus, konsumsi alkohol, obesitas, obat-obatan, dan makanan yang kurang bersih juga bisa menjadi faktor pemicu terjadinya hepatitis.
Penyakit hepatitis B dan C merupakan yang paling sering ditemui di Indonesia. Tercatat sekitar 6,5 juta penduduk terinfeksi hepatitis B dan 2,5 juta penduduk terinfeksi hepatitis C. Hepatitis B dan C dapat berkembang menjadi infeksi kronis atau bahkan kanker hati.
Yang perlu dipahami adalah virus hepatitis menyebar melalui cara penularan yang berbeda-beda. Misalnya, hepatitis A dan E menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, sedangkan hepatitis B dan C menular melalui cairan tubuh, terutama darah. Adanya hepatitis D juga perlu diwaspadai, karena hanya dapat menginfeksi orang yang sebelumnya sudah mengidap hepatitis B.
Masyarakat perlu memahami cara penularan hepatitis agar dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat. Sosialisasi seperti yang dilakukan oleh Petugas Puskesmas Kecamatan Menteng sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan hati.












