Akibat Paparan Mikroplastik pada Hati Dalam Kombinasi dengan Pola Makan Tidak Sehat
Studi terbaru mengungkapkan bahwa paparan mikroplastik dapat memberikan tekanan pada hati, terutama saat dikombinasikan dengan pola makan tinggi lemak dan gula. Penelitian ini dilakukan pada tikus jantan yang terpapar mikroplastik jenis polietilena selama delapan pekan.
Dampak pada Sel Hati
Hasil studi yang dipublikasikan dalam Science Advances menunjukkan bahwa paparan mikroplastik membawa dampak pada sel hati. Peningkatan penanda cedera hati dalam darah serta perubahan aktivitas gen pada berbagai jenis sel hati teramati selama penelitian.
Peneliti menemukan bahwa dampak paling kuat terlihat pada tikus yang selain terpapar mikroplastik juga mengonsumsi pola makan yang merangsang penyakit metabolik. Pada kelompok ini, terjadi penumpukan lemak di jaringan hati dan stres hati yang lebih signifikan.
Perubahan Sel dan Gen
Peneliti menggunakan teknologi transkriptomik spasial untuk melihat aktivitas gen dan mengidentifikasi lokasi sel yang mengalami perubahan di dalam jaringan hati. Hasil pemetaan menunjukkan adanya titik peradangan yang terkonsentrasi pada zona tertentu di hati, terutama wilayah midlobular dan perisentral.
Studi ini juga mampu mengidentifikasi 15 kelompok sel berbeda di hati. Analisis aktivitas gen menemukan ratusan gen yang berubah setelah paparan polietilena, dengan perubahan yang paling signifikan terjadi pada tikus yang mengonsumsi makanan tinggi lemak.
Polietilena, jenis plastik yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kantong belanja dan botol, telah terdeteksi dalam jaringan hati manusia. Studi ini memberikan gambaran lebih jelas tentang dampak paparan mikroplastik pada hati, terutama dalam kondisi paparan bersamaan dengan pola makan tidak sehat.












