Cara Tanamkan Pemahaman Gender pada Anak Sesuai Usia

Kampanye LGBT pada Anak dan Remaja Dirasa Mengkhawatirkan

Belakangan ini, kampanye yang mendukung lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) terhadap anak dan remaja dikritik karena intensitasnya yang semakin meningkat. Bahkan, aksi tersebut terkadang disisipkan dalam program-program kartun atau serial anak. Hal ini memicu kekhawatiran lantaran dapat merusak fondasi moral yang ada pada anak-anak dan meningkatkan risiko penularan penyakit menular seksual.

Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang, Dr. Angga Wirahmadi, menyatakan keprihatinannya terhadap kampanye LGBT yang ditujukan kepada remaja. Menurutnya, bila situasi ini terus dibiarkan, dapat berdampak pada peningkatan kasus penyakit menular seksual di kalangan remaja Indonesia. Ia menegaskan bahwa masalah LGBT pada remaja merupakan isu yang serius dan perlu penanganan.

Pendekatan Deteksi Dini Melalui HEEADSSS

Dr. Angga menjelaskan bahwa deteksi dini terhadap perilaku seksual berisiko, termasuk LGBT, pada remaja bisa dilakukan melalui pendekatan HEEADSSS. Pendekatan ini mencakup penilaian aspek-aspek kesehatan, termasuk seksualitas. Tenaga kesehatan akan menggali informasi tentang orientasi seksual, aktivitas seksual, serta perilaku berisiko lainnya yang dapat meningkatkan risiko penularan penyakit menular seperti HIV.

Menurutnya, kunci utama dalam deteksi dini adalah kolom sexuality dalam pendekatan HEEADSSS. Di dalam kolom tersebut, informasi mengenai orientasi seksual dan perilaku berisiko dapat diidentifikasi. Jika ditemukan remaja dengan orientasi LGBT, langkah selanjutnya adalah menanyakan apakah mereka pernah melakukan perilaku seksual berisiko.

Pentingnya Peran Orang Tua dalam Pemberian Edukasi Seksual

Dr. Angga menekankan pentingnya peran orang tua dalam memberikan edukasi seksual kepada anak-anak. Menurutnya, edukasi yang diberikan sejak dini akan membantu memperkuat pondasi moral anak-anak. Ia menyarankan agar nilai-nilai agama ditanamkan sejak usia dini, karena sebagian besar agama tidak mendukung LGBT. Dengan demikian, diharapkan anak-anak bisa terhindar dari pengaruh negatif kampanye LGBT yang semakin menguat.

Source link