Masyarakat Indonesia dan Kecenderungan Aktif di Media Sosial
Masyarakat Indonesia dikenal sebagai salah satu pengguna media sosial paling aktif di dunia. Rata-rata, durasi penggunaan media sosial mencapai sekitar tiga jam tujuh menit per hari. Namun, menggulir konten secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan otak.
Mitos dan Fakta Tentang Fungsi Otak
Pakar medis dan dosen fisiologi Universitas Gadjah Mada, Dr dr Zaenal Muttaqien Sofro, menjelaskan bahwa menurunnya fungsi otak tidak hanya disebabkan oleh aktivitas scrolling di media sosial, tetapi juga oleh kebiasaan duduk terlalu lama. Otak manusia memerlukan sekitar 20 persen dari total oksigen yang digunakan tubuh, sehingga penting untuk menjaga pasokan oksigen.
Saat manusia berdiri setelah berbaring, aliran darah ke otak dapat berkurang hingga 60 persen. Oleh karena itu, penting untuk melakukan langkah-langkah sederhana seperti berbaring miring dan berdiri perlahan untuk memompa darah kembali ke otak.
Ancaman Kesehatan Otak akibat Kebiasaan Duduk Lama
Kebiasaan duduk dalam waktu lama juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan otak. Posisi duduk yang terlalu lama dapat membuat darah berkumpul di bagian bawah tubuh, mengakibatkan suplai darah ke otak menjadi kurang optimal. Dr dr Zaenal menyarankan agar masyarakat membatasi waktu duduk tidak lebih dari satu jam, kemudian berdiri, berjalan, atau melakukan peregangan ringan sebelum melanjutkan aktivitas.
Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan tubuh beradaptasi terhadap perubahan posisi sangat dipengaruhi oleh kondisi organ-organ tubuh di bawahnya, seperti jantung, paru-paru, dan sistem sirkulasi darah. Ini menegaskan pentingnya menjaga kesehatan organ tubuh dasar agar fungsi otak tetap optimal.












