Bio Farma Meluncurkan Bio-TCV untuk Pencegahan Demam Tifoid
PT Bio Farma (Persero) meresmikan vaksin Bio-TCV (Typhoid Conjugate Vaccine), vaksin tifoid konjugat buatan dalam negeri yang bertujuan untuk membantu mencegah demam tifoid. Langkah ini merupakan bagian dari usaha penguatan kemandirian Indonesia di bidang penelitian, pengembangan, dan produksi vaksin nasional.
Peluncuran Bio-TCV dilakukan dalam rangka Medical Expo Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) 2026 dengan tema “Sinergi Akademisi dan Industri untuk Kedaulatan Vaksin Nasional.”
Kolaborasi untuk Kesehatan Masyarakat
Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Shadiq Akasya menyampaikan bahwa demam tifoid masih menjadi permasalahan serius di Indonesia. Oleh karena itu, upaya pencegahan memerlukan pendekatan menyeluruh, termasuk vaksinasi, perbaikan sanitasi, keamanan pangan, akses air bersih, dan pola hidup sehat.
Shadiq menjelaskan bahwa Bio-TCV merupakan hasil kolaborasi jangka panjang dengan International Vaccine Institute (IVI) sejak tahun 2010. Melalui serangkaian proses riset, pengembangan, dan uji klinis bersama FKUI, Bio-TCV akhirnya mendapatkan persetujuan regulator.
Menurut data WHO, terdapat sekitar 9 juta kasus demam tifoid setiap tahun di dunia dengan sekitar 110 ribu kematian. Di Indonesia, tingkat prevalensi tifoid mencapai 1,6% dan angka kejadian sekitar 148,7 per 100.000 penduduk.
Sinergi untuk Ketahanan Kesehatan Nasional
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyatakan bahwa kemandirian dalam riset, pengembangan, dan produksi produk kesehatan strategis penting bagi ketahanan kesehatan nasional. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, peneliti, industri, dan regulator menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang efektif untuk masalah kesehatan seperti demam tifoid.
Bio Farma berkomitmen untuk terus memperkuat riset, inovasi, dan produksi vaksin nasional. Dengan pengembangan Bio-TCV, diharapkan akses masyarakat terhadap vaksin meningkat. Perusahaan juga menargetkan perluasan pasar melalui proses WHO Prequalification sehingga Bio-TCV dapat digunakan di negara-negara dengan tingkat kasus demam tifoid yang tinggi.












