Masalah jam kerja yang berlebihan masih menjadi perhatian di Indonesia. Data terbaru menunjukkan bahwa 25,47 persen penduduk bekerja lebih dari 49 jam per pekan, meningkatkan risiko kesehatan. Dokter mengingatkan bahwa rentang jam kerja yang sehat adalah 35-40 jam per pekan, di luar itu dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Overwork dan Risiko Kesehatan
Saat seseorang bekerja terlalu banyak, risiko terhadap kesehatan meningkat secara signifikan. Dokter spesialis saraf, dr Sudhir Kumar, menjelaskan bahwa bekerja lebih dari batas wajar dapat meningkatkan risiko strok dan penyakit jantung. Menurut penelitian, rentang jam kerja yang dianggap sehat adalah antara 35-40 jam per pekan.
Lebih dari itu, risiko kesehatan mulai meningkat. Orang yang bekerja 55 jam atau lebih per pekan memiliki risiko strok 35 persen lebih tinggi daripada yang bekerja dalam rentang jam kerja yang sehat. Selain itu, risiko penyakit jantung iskemik juga meningkat sebesar 17 persen.
Dampak Jam Kerja Panjang
Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Buruh Internasional (ILO) menunjukkan bahwa jam kerja panjang berkontribusi pada kematian akibat strok dan penyakit jantung. Dr Kumar juga menekankan bahwa bekerja terlalu lama tidak hanya berdampak pada jantung dan pembuluh darah, tetapi juga pada kualitas tidur, kelelahan, burnout, kecemasan, depresi, tekanan darah tinggi, hingga penurunan produktivitas dan konsentrasi.
Overwork juga meningkatkan risiko cedera dan kesalahan di tempat kerja. Selain itu, waktu yang lebih banyak dihabiskan untuk bekerja dapat mengurangi waktu untuk berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, dan bersama keluarga. Oleh karena itu, penting untuk menghormati batas jam kerja yang sehat untuk menjaga kesejahteraan tubuh dan pikiran.












