Risiko Vaping: Satu Isapan Vape Setara Sebungkus Rokok?

Vape Bukan Pilihan Aman: Bahaya Rokok Elektrik bagi Kesehatan Anak

Vape Sama Berbahayanya dengan Rokok Konvensional

Vape atau rokok elektrik sering dianggap sebagai alternatif aman dibanding rokok konvensional. Namun, dokter dan literatur medis menegaskan bahwa vape sebenarnya sama berbahayanya dengan rokok konvensional. Dr. Cynthia Centauri, spesialis anak subspesialis respirologi anak, menyatakan bahwa vape mengandung nikotin dalam kadar yang sangat tinggi.

Meskipun belum banyak penelitian tentang dampak jangka panjang dari penggunaan vape, namun berdasarkan kandungan nikotin yang tinggi, dampak jangka panjangnya dikhawatirkan dapat memicu kanker paru di kemudian hari. Terutama karena vape baru beredar dalam sepuluh tahun terakhir, data mengenai dampak jangka panjangnya masih terbatas.

Praktik Pemasaran yang Sangat Menggiurkan

Selain itu, praktik pemasaran dan promosi vape yang dilakukan dengan kemasan yang menggemaskan menimbulkan kesan seolah-olah vape bukanlah produk berbahaya. Likuid dengan berbagai aroma seperti matcha, stroberi, dan wewangian lainnya membuat konsumen melihat vape sebagai sesuatu yang menyenangkan dan tidak berbahaya.

Masalah lain yang disoroti oleh dr. Cynthia adalah lemahnya regulasi terkait vape di Indonesia. Hal ini memungkinkan produk vape dengan kadar nikotin yang sangat tinggi masih dapat beredar di pasaran. Sejumlah negara telah mengatur kadar nikotin dalam vape secara ketat untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang ditimbulkan.

Source link