Anak-Anak Rentan Terhadap Polusi Udara: Ini 2 Sumber yang Mengintai Mereka
Indonesia masih merasakan dampak polusi udara yang cukup serius. Menurut data IQ Air, Indonesia termasuk dalam 17 negara dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia pada 2025. Di tengah masalah ini, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terkena dampak. Dokter spesialis anak subspesialis respirologi anak, dr. Cynthia Centauri, menjelaskan bahwa anak-anak lebih rentan terhadap polusi udara karena mereka menghirup udara dua hingga tiga kali lebih banyak daripada orang dewasa.
Paru-paru anak juga masih terus berkembang hingga usia dewasa muda, sehingga kerusakan pada masa kanak-kanak dapat berdampak hingga masa dewasa. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk memperhatikan ancaman polusi udara terhadap anak-anak.
Sumber Polusi Udara yang Mengintai Anak
1. Emisi Kendaraan
Emisi kendaraan menjadi salah satu sumber polusi utama di Indonesia. Bahan bakar transportasi menghasilkan nitrogen oksida yang beracun. Paparan zat ini pada anak-anak dapat menyebabkan inflamasi dan edema pada saluran pernapasan, meningkatkan risiko alergi, memicu infeksi saluran pernapasan seperti pneumonia dan bronkitis, serta memperparah gejala asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Polusi dari kendaraan juga dapat memicu peradangan dan kerusakan saluran pernapasan, serta berbagai gejala seperti batuk, gatal tenggorokan, nyeri saat bernapas, keluhan asma, emfisema, dan bronkitis kronis.
2. Ozon Permukaan
Ozon di permukaan bumi terbentuk dari reaksi polutan dengan sinar matahari dan suhu panas. Gas beracun ini dapat menyebabkan kabut asap dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Paparan ozon dapat memicu inflamasi dan kerusakan pada saluran pernapasan, serta gejala seperti batuk, gatal tenggorokan, dan nyeri tarikan napas dalam. Selain itu, ozon juga dapat memperburuk gangguan pada sistem pernapasan.
Jadi, sebagai orangtua, penting untuk memahami sumber polusi udara ini dan melindungi anak-anak dari dampak negatifnya. Peran orangtua dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat sangatlah penting untuk kesehatan anak-anak di masa depan.












