Studi: Inflamasi yang Terus Meningkatkan Risiko Serangan Jantung
Inflamasi pada Pembuluh Darah dan Risiko Serangan Jantung
Sebuah studi global yang melibatkan hampir 19.000 pasien di 18 negara selama dua tahun terakhir menemukan bahwa peradangan atau inflamasi pada pembuluh darah masih menjadi faktor risiko yang meningkatkan serangan jantung. Meskipun pasien telah menjalani terapi standar untuk penyakit kardiovaskular, kondisi inflamasi tersebut tetap menjadi masalah yang signifikan.
Temuan studi menunjukkan bahwa dua dari lima pasien penyakit kardiovaskular aterosklerotik yang juga menderita penyakit ginjal kronis mengalami inflamasi kardiovaskular. Bahkan pada pasien gagal jantung, kondisi inflamasi masih terjadi. Inflamasi kardiovaskular sendiri merupakan peradangan pada pembuluh darah yang umumnya tidak menimbulkan gejala, namun jika dibiarkan berlarut-larut dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Pentingnya Penanganan Inflamasi untuk Pencegahan Serangan Jantung
Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia, menyumbang sekitar 30 persen dari total kematian nasional. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk menyoroti bahwa penanganan inflamasi juga merupakan langkah penting dalam pencegahan serangan jantung dan kondisi kardiovaskular lainnya. Filip Knop dari Novo Nordisk menyatakan bahwa hasil studi menunjukkan bahwa inflamasi masih menjadi sumber risiko yang belum sepenuhnya teratasi, sehingga pemahaman akan pentingnya penanganan inflamasi menjadi krusial untuk pengembangan terapi yang lebih efektif.
Para ahli juga menunjukkan bahwa inflamasi tidak lagi dipandang sebagai faktor sekunder dalam penyakit jantung, melainkan memiliki potensi untuk dijadikan target terapi antiinflamasi yang baru. Studi ini juga mencatat bahwa kadar high-sensitivity C-reactive protein (hsCRP) menjadi biomarker umum untuk mengukur inflamasi kardiovaskular pada pasien penyakit jantung. Peningkatan kadar hsCRP juga mulai dimasukkan ke dalam pedoman klinis internasional untuk menilai risiko penyakit kardiovaskular dan pengembangan strategi pencegahan yang lebih intensif.












