Mengapa Wanita Rentan Terhadap Penyakit Autoimun?

Penyakit Autoimun: Ancaman Serius yang Mengintai Kesehatan Perempuan

Penyakit Autoimun dan Dampaknya di Asia Tenggara

Penyakit autoimun telah menjadi perhatian global dalam dunia kesehatan, dengan sekitar 10 persen populasi dunia terkena dampaknya. Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, persentase penderita penyakit autoimun berkisar antara 3-5 persen, di mana sekitar 80 persen di antaranya adalah wanita. Urbanisasi dan perubahan lingkungan diprediksi akan terus meningkatkan insiden penyakit autoimun di wilayah ini.

Pakar genetika ekologi dari IPB University, Prof. Ronny Rachman Noor, menjelaskan bahwa penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat karena keliru mengidentifikasi antigen. Hal ini mengakibatkan pembentukan autoantibodi yang memicu peradangan dan merusak organ-organ tubuh. Gejala umum penyakit autoimun meliputi kelelahan, nyeri sendi atau otot, ruam kulit, demam ringan, gangguan pencernaan, dan penurunan berat badan tanpa sebab jelas.

Jenis Penyakit Autoimun yang Umum

Penyakit autoimun memiliki berbagai jenis, seperti rheumatoid arthritis, lupus, psoriasis, dan diabetes tipe 1. Gangguan autoimun juga dapat terjadi pada sistem pencernaan, hormonal, dan saraf. Wanita memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit autoimun dibandingkan pria, dipengaruhi oleh faktor hormon dan mekanisme imunologis khas pada tubuh wanita.

Faktor genetik juga memainkan peran dalam meningkatkan kerentanan seseorang terhadap penyakit autoimun. Namun demikian, kecenderungan genetik ini bukan berarti penyakitnya diturunkan secara langsung, melainkan sebagai predisposisi yang dapat meningkatkan risiko terkena autoimun di kemudian hari.

Source link