Risiko Jatuh pada Lansia Bisa Dicegah, Pentingnya Deteksi Dini
Masalah jatuh pada lansia kerap dianggap sebagai hal biasa dalam proses penuaan, namun risikonya sebenarnya dapat dicegah. Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, dr. Raymond Posuma, menegaskan bahwa kejadian jatuh pada lansia sebenarnya dapat diminimalisir dengan mengenali faktor risiko secara dini.
Faktor Risiko Jatuh pada Lansia
Menurut dr. Raymond, lansia rentan mengalami jatuh karena beberapa faktor seperti penurunan massa otot, gangguan keseimbangan, penurunan fungsi penglihatan, serta efek samping obat-obatan. Selain itu, faktor lingkungan seperti lantai licin dan pencahayaan yang kurang juga turut berkontribusi pada risiko jatuh.
Adanya tanda-tanda awal sebelum kejadian jatuh terjadi juga perlu diwaspadai, seperti lansia yang mulai sering berpegangan pada dinding saat berjalan atau mengalami langkah kaki yang pendek. Respons tubuh yang lebih lambat saat kehilangan keseimbangan juga menjadi tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.
Program Pencegahan Jatuh
Untuk mengantisipasi risiko jatuh pada lansia, dr. Raymond menyarankan pentingnya melakukan asesmen risiko sebelum kejadian nyata terjadi. Salah satu program yang diterapkan di Seraphim Medical Center adalah program KINESIQ, yang bertujuan bukan hanya untuk mengurangi risiko jatuh, tetapi juga membantu lansia tetap aktif dan mandiri.
Raymond menekankan bahwa deteksi dini sangat penting dalam mencegah jatuh pada lansia. Keluarga juga memiliki peran vital dalam mengamati perubahan fisik dan perilaku lansia serta segera berkonsultasi dengan dokter apabila menemukan tanda-tanda peningkatan risiko jatuh.
Seraphim Medical Center, yang merupakan unit bisnis Bethsaida Healthcare, menyediakan berbagai fasilitas modern seperti Cryo Chamber Therapy, Hyperbaric Oxygen Treatment, dan layanan laser terkini lainnya.












