Tenaga Biomedik Semakin Vital di Era Kedokteran Presisi
Transformasi sistem kesehatan nasional memicu peningkatan kebutuhan akan keterampilan tenaga biomedik. Dalam upaya menghadapi pendekatan medis yang lebih presisi dan ancaman penyakit baru, ahli biomedik menjadi kunci penting dalam proses diagnosis, riset, dan pengembangan terapi yang lebih akurat.
Peran Vital Tenaga Biomedik dalam Kesehatan Nasional
Setelah disahkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, pengakuan terhadap profesi tenaga biomedik semakin menguat. Namun, tantangan dalam meningkatkan kompetensi dan standar profesinya masih menjadi sorotan utama di kalangan akademisi dan praktisi kesehatan.
Pada Rapat Kerja Nasional XVI Konsorsium Ilmu Biomedik Indonesia (KIBI) di Universitas YARSI, Jakarta, Ketua Umum KIBI, Asmarinah, menekankan peran penting keahlian biomedik dalam mendukung akurasi diagnosis serta pengembangan penanganan penyakit berbasis karakter genetik. Dalam menghadapi potensi munculnya virus baru seperti Hantavirus, kemampuan analisis biomolekuler dan genetik menjadi semakin krusial.
Kompetensi dan Standar Profesi
Asmarinah menegaskan bahwa penguatan profesi tenaga biomedik tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga perlu didukung dengan sertifikasi dan standar kompetensi yang konsisten. Hal ini bertujuan agar lulusan ilmu biomedik mendapatkan pengakuan profesional yang jelas ketika bekerja di laboratorium maupun fasilitas layanan kesehatan.
Minat terhadap program studi ilmu biomedik terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Perguruan tinggi dan sekolah tinggi ilmu kesehatan mulai membuka program studi terkait untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor kesehatan modern.
Dukungan untuk Pengembangan Kedokteran Presisi
Perkembangan ini sejalan dengan arah pengembangan kedokteran presisi di Indonesia, yang mengintegrasikan data genetik, lingkungan, dan gaya hidup pasien untuk menentukan terapi yang lebih personal dan efektif, terutama dalam penanganan penyakit kronis.
Dengan demikian, penguatan kapasitas tenaga biomedik akan menjadi aspek krusial dalam memperkuat sistem kesehatan nasional, termasuk dalam pengembangan riset dan inovasi kesehatan yang bersumber dari kebutuhan dalam negeri.












