Pentingnya Pengendalian Rodensia untuk Mencegah Hantavirus

MV Hondius: Penyebaran Hantavirus Jadi Sorotan Global

Pada Rabu (6/5/2026), sebuah ambulans tiba di Pusat Medis Universitas Leiden (LUMC) di Belanda. Ambulans ini membawa seorang pasien dari kapal pesiar MV Hondius yang diduga terinfeksi hantavirus. Kasus ini menjadi sorotan kesehatan global dalam beberapa waktu terakhir.

Hantavirus Menjadi Ancaman Kesehatan

Menyusul wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia mencatat adanya 23 kasus positif hantavirus strain Seoul Virus di Indonesia selama periode 2024 hingga 2026. Meskipun hantavirus strain Andes belum ditemukan di Indonesia, langkah pencegahan sangat ditekankan.

Pakar mikrobiologi klinik dari Universitas Airlangga, Dr. Agung Dwi Wahyu Widodo, menegaskan pentingnya pengendalian hewan pengerat seperti tikus liar sebagai langkah utama pencegahan penularan virus tersebut. Hantavirus ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus liar, dan penularan utama pada manusia terjadi melalui udara yang terkontaminasi oleh urine, feses, atau saliva tikus yang terinfeksi.

Pencegahan Melalui Pengendalian Lingkungan

Dalam upaya pencegahan, pengendalian rodensia secara ketat sangat dianjurkan. Inspeksi rutin, penutupan akses masuk tikus ke bangunan, dan disinfeksi lingkungan menjadi langkah penting untuk meminimalkan kontaminasi. Area yang berisiko harus dibersihkan dengan desinfektan yang tepat.

Selain itu, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), terutama bagi petugas kesehatan yang menangani pasien hantavirus, juga sangat penting. Edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya hantavirus dan cara menghindari paparan langsung dengan kotoran tikus juga harus ditingkatkan.

Sumber: republika.co.id

Source link