Mengganti Label Nutri Level dengan Label Peringatan GGL Menurut Aliansi Pangan Sehat
Aliansi Pangan Sehat menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk mencabut label Nutri Level pada pangan siap saji dan menggantinya dengan label peringatan yang lebih transparan. Label peringatan di bagian depan kemasan dinilai lebih efektif dalam menyampaikan informasi gizi kepada konsumen.
Label Peringatan Lebih Efektif dalam Mengurangi Konsumsi GGL
Menurut Imas Arumsari dari Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI) yang merupakan bagian dari aliansi tersebut, riset global telah membuktikan bahwa label peringatan wajib di bagian depan kemasan mampu mengurangi konsumsi produk dengan tinggi gula, garam, dan lemak (GGL). Sebaliknya, Nutri Level cenderung menimbulkan ambiguitas dan dapat memberikan efek negatif pada kesehatan konsumen.
Aliansi Pangan Sehat mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan kembali kebijakan terkait label gizi pada pangan siap saji demi melindungi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak. Mereka menekankan pentingnya penggunaan label peringatan yang mudah dipahami dan menggambarkan informasi secara jelas.
Kritik terhadap Proses Penyusunan Kebijakan Label
Selain itu, aliansi juga menyoroti kurangnya partisipasi publik dalam proses penyusunan kebijakan terkait label gizi. Ari Subagio Wibowo dari Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia yang juga bagian dari aliansi tersebut, mengkritik proses perumusan kebijakan Nutri Level yang minim transparansi dan kurang melibatkan masyarakat sipil serta kelompok terdampak secara langsung.












