Hari Kartini 2026 menandai kebangkitan rumah sakit Dharma Nugraha Hospital, yang khusus menangani kanker di Indonesia. Setelah kehilangan arah saat pendirinya berpulang pada 2021, RS ini dibawa kembali ke arah yang benar oleh putri sulungnya, dr Sekar Dewi Dinawati Tjindarbumi, Sp THT-KL. Transformasi Medivara bukan hanya perubahan prosedur, tetapi juga perubahan paradigma. Dengan sistem yang lebih kuat, setiap langkah, proses, dan peran di RS ini kini terpandu dengan baik.
Saat berbicara tentang kelahiran kembali RS, dr Dina menyadari bahwa ini adalah langkah yang tidak mudah. Namun, dengan tanggung jawab yang diemban, dia berusaha untuk membawa kesegaran baru dan memberikan ketenangan kepada pasien. Dina menyebut proses ini sebagai “Dharma Nugraha Hospital reborn”, dengan visi untuk menjadi lebih baik, profesional, dan humanis. RS ini melakukan rebranding menyeluruh, mulai dari infrastruktur, pelayanan, hingga sumber daya manusia.
Dalam upaya untuk memperluas layanan, Dharma Nugraha Hospital akan membangun center of excellence di bidang onkologi. Dina juga berencana untuk memperluas layanan ke spesialisasi lain seperti penyakit dalam, bedah, ortopedi, THT, jantung, psikiatri, serta layanan ibu dan anak. Melalui pembaruan ini, RS Dharma Nugraha Hospital bertekad untuk menjadi tempat yang lebih nyaman, ramah, dan sesuai dengan kebutuhan pasien masa kini.












