Di Indonesia, jumlah penderita diabetes yang mencapai puluhan juta jiwa masih menjadi peringkat kelima di dunia berdasarkan data IDF. Dalam rangka Hari Diabetes Nasional, dokter dan pengembang ekosistem kesehatan terintegrasi, dr. Kelvin Candiago, menyoroti perlunya evaluasi terhadap tata laksana diabetes tipe 2 di Indonesia. Dia melihat bahwa pendekatan medicine-centric yang dominan saat ini belum cukup efektif dalam mencegah risiko komplikasi lanjutan secara berkelanjutan.
Dr. Kelvin menegaskan bahwa pengendalian gula darah perlu didukung dengan perbaikan sistem tubuh dan gaya hidup. Medikasi seharusnya menjadi jembatan untuk penanganan jangka panjang, bukan hanya stabilisasi awal. Dalam upaya penanganan diabetes yang komprehensif, dr. Kelvin memperkenalkan Protokol 3R sebagai kerangka metodologis. Protokol ini terdiri dari tiga tahap utama, yaitu Road to Rescue (Penyelamatan), Road to Reverse (Pembalikan), dan Road to Remission (Remisi).
Protokol 3R telah diimplementasikan melalui ekosistem layanan terintegrasi, mGanik, yang telah membantu banyak pasien diabetes mencapai tahap Reverse. Meskipun remisi bukanlah hasil instan, namun pasien diabetes dapat mencapainya dengan konsistensi dan sistem yang tepat. Pasien yang berhasil mencapai fase Remisi Diabetes di mGanik sekitar 7-10 persen dari total 500 pasien yang telah dibantu.
Melalui momentum Hari Diabetes Nasional, dr. Kelvin menekankan pentingnya memberikan harapan realistis dan kesempatan kedua bagi penyandang diabetes untuk mendapatkan kembali kualitas hidupnya. Keselamatan pasien merupakan fokus utama dalam upaya penanganan diabetes yang holistik dan terintegrasi.












