Anak-anak yang menggunakan gawai dengan intensitas tinggi menjadi sebuah pemandangan umum, terutama di restoran, ruang tamu, atau bahkan saat berkumpul dengan keluarga. Fenomena “kecanduan gawai” ini seringkali menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Namun, berita baiknya adalah kecanduan ini bukanlah hal yang tidak bisa diatasi. Dengan konsistensi yang kuat dari orang tua, kebiasaan anak menggunakan gawai bisa diubah dalam waktu yang relatif singkat.
Dr. Bernie Endyarni Medise, seorang dokter anak dan ahli pertumbuhan pediatri sosial, menyatakan bahwa proses menghentikan kecanduan gawai pada anak biasanya membutuhkan waktu sekitar 1-2 pekan hingga satu bulan. Menurutnya, reaksi awal seperti rewel atau mudah marah merupakan hal yang wajar karena anak terbiasa mendapatkan stimulasi cepat dan menyenangkan dari gawai. Dopamin yang dilepaskan oleh otak saat menggunakan gawai membuat anak ingin terus mengulangi aktivitas tersebut, yang akhirnya dapat menyebabkan kecanduan.
Untuk mengatasi kecanduan ini, orang tua tidak hanya perlu menghentikan penggunaan gawai, tetapi juga perlu mengalihkan perhatian anak ke aktivitas lain yang menarik. Kegiatan fisik, permainan tradisional, atau aktivitas sederhana di rumah bisa menjadi alternatif yang baik. Orang tua perlu terlibat aktif dalam mengalihkan perhatian anak agar mereka tertarik untuk melakukan aktivitas lain.
Dengan kesabaran dan konsistensi, kecanduan gawai pada anak bisa diatasi. Penting bagi orang tua untuk memahami bahwa proses ini membutuhkan waktu dan upaya yang konsisten. Dengan bantuan dari orang tua dan peralihan ke aktivitas yang lebih bermanfaat, anak-anak dapat mulai melepaskan ketergantungan pada gawai dan menemukan kesenangan dari aktivitas lain yang lebih sehat.












