Video ceramah dari pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, yang viral di media sosial telah menjadi perbincangan hangat. Isi video tersebut mengandung pernyataan yang dianggap sebagai ajakan untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto sebelum masa jabatannya berakhir pada tahun 2029.
Reaksi terhadap konten tersebut sangat bervariasi. Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun, menyesalkan narasi tersebut, terutama ketika disampaikan oleh seorang akademisi. Rico mengungkapkan bahwa ajakan untuk menjatuhkan seorang presiden sebelum masa jabatannya berakhir tidak sejalan dengan prinsip demokrasi. Menurutnya, sikap tersebut tidak mencerminkan kedewasaan dalam sistem demokrasi dan tidak sesuai dengan kehendak rakyat yang telah menentukan pilihan melalui pemilu.
Rico juga menyoroti beberapa indikator yang menunjukkan stabilitas pemerintahan saat ini. Dia menunjukkan bahwa harga bahan pokok pasca Lebaran masih terkendali dan ketersediaan barang di pasar tetap aman. Selain itu, pemerintah berhasil menjaga harga bahan bakar minyak tetap stabil meskipun harga BBM di negara lain mengalami lonjakan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia mampu mengelola keadaan ekonomi secara efektif di tengah tekanan global.
Sebagai bentuk pengingat, Rico menekankan bahwa konstitusi dan mekanisme demokrasi harus dipatuhi, dan tekanan politik di luar aturan tidaklah etis. Jalur konstitusional harus diikuti dalam segala proses, tanpa merugikan prinsip demokrasi yang telah dibangun selama ini.












